Di hadapan petugas, pelaku mengaku empat kali menculik anak gadis, dengan TKP yang berbeda. Diantaranya Pasar Sumberejo pada 29 Mei 2015 dengan korban berinisial SK. Pada 19 Januari 2016 di sekitar Desa Sumberejo Trucuk dengan korban WF, pada 11 Februari dengan korban AM dan AR dan 23 Juni 2016 korbannya FN. Para korban rata-rata masih SMP.
Untuk melancarkan aksinya, Didik tanpa dibantu orang lain, hanya membujuk para korban untuk ikut karena akan dibelikan telepon seluler.
"Pelaku merayu para korbannya dengan iming-iming akan dibelikan HP, sehingga korban ini ikut. Motifnya sementara pelaku sedang ritual ilmu hitam," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro kepada wartawan di mapolres, Senin (27/6/2016) Sore.
Pelaku pun berhasil diamankan di depan Stasiun Tawang Semarang, meski terpaksa ditembak kaki kirinya karena berusaha lari. Pelaku harus menjalani serangkaian pemeriksaan intensif oleh penyidik polres Bojonegoro.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada kejadian serupa dengan pelaku. Karena tidak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah, karena di salah satu hotel di Kota Kudus didapati ada lebih dari lima kali pelaku menginap. Selain itu diharpakan orang tua lebih waspada pasca kejadian ini. sehingga tidak terulang kembali.
(fat/fat)











































