5000 Sembako yang dibagikan oleh Heru Sunaryanta, seorang pengusaha perkebunan kopi itu berupa beras 5 kilogram, 1 liter minyak goreng serta gula.
Untuk mengantisipasi terjadinya aksi berebut yang bisa menimbulkan korban, panitia sudah melakukan antisipasi dengan melibatkan polisi, Minggu (26/6/2016).
Meski begitu, warga tetap berusaha mencari posisi terdepan dengan berebut. Desak-desakan dan saling serobot sempat terjadi. Imbauan polisi tak dihiraukan oleh warga yang antre sejak pagi itu.
Namum, panitia dan polisi akhirnyua bisa menertibkan warga yang berusaha menyerobot antrean itu pembagian zakat yang rutin dibagikan setiap tahun ini.
"Kali ini kta mempersiapkan 5.000 paket zakat, berupa beras, gula dan minyak goreng yang sudah dikemas dalam kantong plastik," terang Heru.
Warga yang sudah mendapatkan zakat pun merasa plong karena harus melalui perjuangan panjang dengan antre dan berdesakan dari pagi hari.
"Terpaksa ikut mengantre sambil menggendong bayi saya. karena suami pergi bekerja. Alhamdulillah dapat," ujar Yuni.
Demikian pula Ismiati. Perjuangannya dengan mengantre sejak Pukul 07.00 Wib tidak sia-sia. Meski dengan cucuran peluh, sekantong sembako dibawanya pulang.
"Jam 10 baru kebagian. Senang juga meski capek semua," ujar Ismiati.
(ugik/ugik)











































