Keterangan itu didapat dari anggota keluarganya. Keluarga mengungkapkan, sejak 8 Juni 2016 lalu, kedua korban meninggalkan kampung halaman bersama Muher (dalam pencarian) menuju wilayah Malang. Kepergian mereka untuk menjual bongkahan emas serta berlian.
Kejanggalan mulai muncul, ketika selama tujuh hari keluarga kehilangan kontak dengan kedua korban. Baru pada 22 Juni 2016, keluarga memperoleh kabar, jika keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa.
Muher atau Mas Muher kini dalam perburuan, karena keberadaannya hingga kini belum diketahui. Polisii belum bisa memastikan Muher adalah pelaku terbunuhnya kedua korban.
Muher mulai berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sejak 2015 lalu. Seorang tetangga korban membawa Muher ke perkampungan tersebut. Pria diakui sebagai dukun itu mampu mengobati segala penyakit dan berburu harta karun.
"Maaf kami belum dapat memberikan pernyataan," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/6/2016).
Adam mengaku, tengah fokus menyelidiki keberadaan pelaku. Apakah itu Muher?. Adam enggan membeberkan. "Kami belum bisa memberikan pernyataan, karena masih simpang siur," tegasnya.
Dua sosok mayat ditemukan tergeletak di saluran air Dusun Posokerep, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (17/6/2016).
Warga dibuat geger, kedua mayat tanpa identitas tersebut diduga korban pembunuhan. Kedua jenazah pertama kali ditemukan oleh Bani (73), petani setempat. Sejumlah luka ditemukan di bagian kepala korban, yang diduga menyebabkan mereka meninggal dunia. (fat/fat)











































