Mereka adalah Muhammad (60) dan Asri (30), keduanya warga Kanni, Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Meski sudah tersebar kedua identitas korban. Aparat kepolisian belum dapat memberikan keterangan mengenai kepastiannya.
"Kami belum bisa memberikan pernyataan, karena masih simpang siur," jelas Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro dikonfirmasi detikcom, Kamis (26/6/2016).
Adam mengaku, pihaknya tengah fokus menyelidiki pelaku yang diduga menghabisi nyawa kedua korban. Apa dan dimana penyelidikan itu, Adam enggan membeberkan. "Ini masih lidik tersangka," jawabnya singkat.
Menurut keterangan yang dihimpun deti.com, identitas kedua korban terungkap dari informasi yang disebar kepolisian sejak ditemukan kedua jenazah pria tanpa identitas tersebut.
Salah satu petugas Balai Kesehatan Tradisonal Masyarakat (BKTM) Makassar, Sulawesi Selatan, bahwa ada dua pria ditemukan tewas di Kabupaten Malang. Sesuai ciri-ciri fisik beserta foto akhirnya terungkap identitas kedua korban.
Diketahui, sejak 8 Juni 2016 lalu, kedua korban meninggalkan kampung halaman bersama Muher (dalam pencarian) menuju wilayah Malang. Kepergian mereka untuk menjual bongkahan emas serta berlian.
Kejanggalan mulai muncul, saat selama tujuh hari keluarga kehilangan kontak dengan kedua korban. Baru pada 22 Juni 2016, keluarga memperoleh kabar, jika keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa.
Muher atau Mas Muher kini dalam perburuan, karena keberadaannya hingga kini belum diketahui. Kepolisian sendiri belum dapat memastikan Muher adalah pelaku terbunuhnya kedua korban. Muher sendiri mulai berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan sejak 2015 lalu.
Seorang tetangga korban membawa Muher ke perkampungan tersebut. Pria diakui sebagai dukun itu mampu mengobati segala penyakit dan berburu harta karun. "Maaf kami belum dapat memberikan pernyataan," ulang Adam.
Dua sosok mayat ditemukan tergeletak di saluran air Dusun Posokerep, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (17/6/2016).
Warga dibuat geger, kedua mayat tanpa identitas tersebut diduga korban pembunuhan. Kedua jenazah pertama kali ditemukan oleh Bani (73), petani setempat. Sejumlah luka ditemukan di bagian kepala korban, yang diduga menyebabkan mereka meninggal dunia. (fat/fat)











































