Kanit Laka Sat Lantas Polres Jombang Ipda Trisula Hadi mengatakan, sebelum kecelakaan, Panther yang dikemudikan Toha Maksum (42), warga Desa Ngelabar, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk melaju dari Kertosono menuju Jombang.
Di dalam mobil tersebut juga ditumpangi Syariful Hidayat (30), warga Desa/Kecamatan Gedangan, Sidoarjo; Fakhrunnoh Musarofi (12) dan Mufidun Nuha Nasikhin (8), pelajar asal Desa Nglabar, Loceret. Tiba di Jalan Raya Temuwulan, Panther tiba-tiba oleng ke kanan.
"Panther oleng ke kanan, dugaan sementara sopirnya mengantuk," kata Trisula kepada wartawan di lokasi kecelakaan.
Panther yang melaju dengan kecepatan tinggi itu lepas kendali masuk ke jalur berlawanan. Pasalnya, jalur di lokasi kecelakaan tak dilengkapi median jalan.
Dari arah berlawanan, lanjut Trisula, melaju truk tronton bernopol S 9180 S yang dikemudikan Ady Ridho Rosadi (22), warga Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tabrakan antara Panther dengan truk bermuatan galon air mineral itu pun tak terhindarkan.
"Akibat kecelakaan ini, sopir Panther dan ketiga penumpangnya mengalami luka-luka. Para korban sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang," ujarnya.
Trisula menambahkan, sopir Panther mengalami luka paling parah lantaran terjepit ruang kemudi yang ringsek akibat tabrakan. Pihaknya turut mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan dan sopir truk ke Sat Lantas Polres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
(fat/fat)











































