Razia yang digelar Polsek Jombang Kota dan Satpol PP kali ini menyasar rumah kos di Desa Pulo. Satu per satu pintu kamar kos digedor. Yang mengejutkan, dari salah satu kamar kos di Pulo, petugas menemukan pasangan remaja yang sedang bermesraan dengan pakaian minim.
Pasangan bukan suami-istri itu pun diangkut petugas. Tak berhenti di situ, razia gabungan ini menyasar rumah kos di Desa Tunggorono. Di tempat ini petugas dibuat terperangah dengan ulah para remaja. Bagaimana tidak, para remaja itu kedapatan berpakaian minim sekamar dengan lawan jenisnya.
"Di tempat kos Tunggorono kami jaring 7 perempuan dan 3 laki-laki. Ada yang sekamar 3 perempuan 3 laki-laki, ada juga yang sekamar 3 perempuan satu laki-laki. Rata-rata remaja ini lulusan SMA," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono di lokasi.
Yudiono menjelaskan, razia ini digelar salah satunya atas keluhan masyarakat sekitar rumah kos. Warga kerap kali terganggu oleh kegaduhan remaja berlainan jenis yang menempati rumah kos tersebut.
"Masyarakat risih karena selain gaduh, rumah kos tersebut bebas berbaur antara laki-laki dan perempuan," ujarnya.
Dari hasil pendataan, lanjut Yudiono, sebagian besar remaja yang terjaring tak bisa menunjukkan kartu indentitas. Mereka pun diamankan ke kantor Polsek Jombang Kota untuk didata.
"Kami koordinasi dengan satpol PP untuk penindakannya. Sepanjang bulan Ramadan ini kami akan terus merazia tempat-tempat kos yang ada di setiap desa," pungkasnya. (Enggran Eko Budianto/fat)











































