Bimas Islam Kemenag Kota Blitar Chairul Anwar menyatakan, acara ini digelar rutin setiap tahun karena semua semua tokoh agama ingin mendoakan Bung Karno.
"Kami berikan kesempatan pada tiap agama masing-masing 25 orang dengan durasi berdoa selama 20 menit," kata Chairul, Senin (20/6/2016).
Animo komunitas tokoh lintas agama menyambut positif acara ini. Bahkan ada beberapa warga luar Blitar yang sengaja datang ke Blitar, khusus untuk mendoakan Bung Karno dalam setiap tahun Haulnya.
"Hanya Bung Karno pemimpin negara hebat yang mampu menyatukan dan merukunkan umat beragama di Indonesia. Bung Karno juga yang memerdekaan semua masyarakat Indonesia menganut agama sesuai keyakinannya," papar Saimin (74), Pemangku Agama Hindu Pura Sapto Argo dari Desa Pojok Kec Ponggok Kab Blitar.
Sebelumnya juga digelar Semaan Al Quran, Manaqib dan Tabarak yang dimulai yang dimulai sejak pukul 05.00 wib. Jika pada hari biasa, ribuan warga berbondong-bondong datang ke Makam Bung Karno, namun saat puncak peringatan Haul pada 20 Juni bertepatan bulan Ramadan tampak tidak sebanyak biasanya.
Selain warga Blitar, tampak rombongan warga Hindu dari Bali dan Jerman telah menyiapkan diri untuk menggelar doa di halaman makam Bung Karno. Begitu juga untuk yang beragama Katholik dan Kristen, telah datang dari beberapa luar kota seperti Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya. (fat/fat)











































