Kebakaran terjadi sekitar pukul 24.00 WIB, Sabtu (18/6/2016) saat petasan dan kembang api saling 'bersahutan' di langit.
Warung terbakar ketika ada kembang api yang jatuh di warung milik Bu Yeni (32) yang berada di Tambak Sari Nomor 8E Rt 03 RW 06.
Kumpulan pedagang di kawasan itu sempat panik. Teriakan minta tolong terdengar. "Tolong kebakaran. Air.. air," teriak seorang pedagang. Sejumlah pedagang berusaha memadamkan api dengan ember berisi air.
Petugas pemadam kebakaran (PMK) yang memang sudah disiagakan di lokasi pun bergerak cepat. Api yang membakar atap warung bisa dipadamkan.
"Api membakar sedikit atap warung dan langsung dipadamkan teman teman PMK dengan 2 APAR," jelas Kadinas PMK Tjhandra Oeratmangun kepada wartawan, Sabtu (18/6/2016).
Sebelumnya konvoi ribuan bonek yang datang dari berbagai daerah awalnya lancar, Jumat (17/6/2016), sempat terjadi kericuhan pada Pk 22.40 WIB.
Saat ratusan bonek longmach dari arah Jl Yos Sudarso menuju Taman Mundu Tambaksari melintas di depan rumah dinas Wali Kota Surabaya, kericuhan pecah.
Massa sempat berhenti di jalan dan menyalakan mercon. Polisi dan Satpol PP sempat menghalaunya. Namun ada yang nekat melempar mercon ke arah rumah dinas wali kota.
Polisi pun melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa bonek. Mereka pun kocar kacir menyelamatkan diri.
Pantauan detikcom, massa bonek berlarian ke arah Jl Wijaya Kusuma. Seorang bonek yang berusaha meloloskan dari kejaran polisi terjatuh dan terseret motor milik bonek lainnya yang melaju kencang.
Bonek itu terseret sejauh 15 meter. Pemandangan cukup mengerikan ketika bonek terseret karena kakinya tersangkut footstep motor. Belum diketahui nasib bonek naas itu.
Ketegangan tak berlangsung lama. Ratusan bonek itu akhirnya berbaur dengan ribuan rekannya di Taman Mundu.
(ugik/fdn)











































