Kemenhub 'Stop' 23 Armada Bus Tak Laik di Terminal Arjosari

Kemenhub 'Stop' 23 Armada Bus Tak Laik di Terminal Arjosari

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 17 Jun 2016 16:00 WIB
Kemenhub Stop 23 Armada Bus Tak Laik di Terminal Arjosari
Puluhan kendaraan tak layak jalan/Foto: M Aminudin
Malang - Kementerian Perhubungan menggelar operasi keselamatan angkutan menjelang arus mudik Lebaran 2016 di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jumat (17/6/2016).

Dari 49 armada bus Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), ditemukan 23 armada tidak laik beroperasi. Mereka pun diminta kembali untuk melakukan perbaikan.

"Ada 23 armada tadi kita minta kembali untuk perbaikan. Karena dari hasil cek beberapa item tidak memenuhi standar keselamatan," ujar Astriwidiani kepada wartawan di Terminal Arjosari, Jumat sore.

Ketua Tim Inspeksi Keselamatan Angkutan Jalan dari Kementerian Perhubungan ini menambahkan, sejumlah item menjadi sasaran operasi. Diantaranya, rem, ban, lampu sampai sabuk pengaman untuk pengemudi (safety belt).

"Tadi banyak yang ditemukan tidak memenuhi. Kami catat, kemudian diminta armada tersebut untuk melakukan perbaikan," tambah dia.

Dia mengatakan, bagi armada yang memenuhi standar laik beroperasi akan dipasang sebuah stiker sebagai penanda bahwa armada tersebut sudah melalui pengecekan tim. "Kalau laik, kita juga pasang stiker," tandasnya.

Dia mengungkapkan, ada sekitar 150 lebih armada yang beroperasi dengan trayek Terminal Arjosari. Karena itu, pihaknya akan terus menggelar inspeksi hingga seluruh armada dapat melalui uji tes keselamatan.

"Yang kami temukan bisa segera diperbaiki. Makanya tidak akan sampai terjadi kekurangan armada di Terminal Arjosari," ungkapnya.

Siswinarto, salah satu sopir armada bus mengaku, pihaknya sudah melakukan kontrol rutin kendaraan yang akan beroperasi. Tetapi, dirinya tidak dapat berbuat banyak ketika tim inspeksi menemukan kondisi ban, handrem, armadanya tidak laik beroperasi. "Kan ada rutin kontrol di garasi," ujarnya kepada detikcom.

Siswinarto mengemudikan bus dengan jurusan Malang-Cirebon, dengan operasi ini, dirinya terpaksa harus kembali ke pangkalan armada agar kendaraan yang dibawanya segera diperbaiki. "Ya terpaksa kembali," keluh dia.

Hingga kini, pengecekan terus dilakukan oleh petugas gabungan. Pengemudi juga harus melalui uji tes urine. Bagi armada terlanjur mengakut penumpang terpaksa harus diturunkan, ketika ditemukan armadanya tidak laik beroperasi.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini