Salah satunya, Ny Ida (40) pedagang pasar ikan di Desa Gisik Cemandi, Sedati. Dia mengaku selama berjualan di pasar ikan selama 10 tahun, tidak pernah mengalami kenaikan seperti saat ini. Apalagi sepi pembeli.
"Saat ini semua dagangan di pasar ikan harganya naik semua. Karena para nelayan jarang yang melaut," kata Ny Ida kepada detikcom, Selasa (14/6/2016).
Dia menambahkan naiknya harga ikan lantaran para nelayan banyak yang libur. Sehingga stok ikan tidak ada. "Kalau ada ikan laut yang jenisnya besar itu dari pasar lain," tambahnya.
Dari pantauan detikcom, akap merah harganya Rp 85 ribu yang sebelumnya hanya Rp 70 ribu, ikan kerapu kecil naik menjadi Rp 60 ribu, yang biasanya Rp 50 ribu. Udang ukuran besar naik menjadi Rp 125 ribu yang sebelumnya Rp 95 ribu, ikan dorang naik menjadi Rp 60 ribu sebelumnya hanya Rp 50 ribu. Kepiting bertelor naik Rp 125 ribu, sebelumnya Rp 100 ribu, kepiting biasa naik Rp 90 ribu, sebelumnya Rp 75 ribu.
Sementara ratusan perahu nelayan yang berhenti melakukan aktivitas, memilih memarkir perahunya. Aktivitas mereka sehari-hari digunakan untuk memperbaiki perahunya yang rusak atau bocor.
"Sementara ini para nelayan di sekitar Desa Gisik Cemandi tidak berani atau jarang melaut karena ombak laut saat ini masih tinggi," jelas seorang nelayan, Azir (55).
Kalau ada yang nekat masih melaut, tambah dia, tidak masalah. Namun hasilnya tidak sesuai dengan peengeluaran. Kalau gelombang tinggi, hasilnya sedikit.
"Jadi aku pilih memperbaiki perahu ini, ditambah atau dicari mungkin ada yang bocor kemudian dicat, biar perahu ini awet. Soalnya sekarang ini harga perahu sangat mahal," tandasnya.
(fat/fat)











































