"Jam 9 tadi pamit mau bermain dan masih saya lihat lari-lari di halaman depan rumah," kata Ridwan kepada wartawan di lokasi, Senin (13/6/2016).
Namun tak lama kemudian, tetangganya bernama Suratno berteriak sambil berlari ke rumah Ridwan mengabarkan bahwa cucunya tenggelam di sungai yang berjarak sekitar 200 meter rumahnya.
Spontan kakek dan ayah korban menuju sungai. Eko langsung menceburkan diri ke sungai mencari jasad anaknya yang tenggelam di dasar sungai.
Sungai Parit Kembangarum dengan lebar sekitar 10 meter itu dikenal memiliki arus yang sangat deras dengan dasar sungai sekitar 30 meter. Sedangkan di sekitar jembatan dekat rumah korban, ada pusaran air, yang diduga jasad Kenzo tersedot ke dalamnya.
"Sekitar 10 menit pencarian, korban yang memakai kaos putih celana pendek berwarna orange ditemukan sendiri oleh ayahnya dalam keadaan tidak sadar. Pada mulut keluar busa," jelas Kasubag Humas Polres Blitar AKP Wisnu Wardhana.
Selanjutnya korban dibawa ke RS Aulia guna mendapatkan pertolongan. Dari hasil pemeriksaan dokter RS Aulia dinyatakan bahwa korban sudah meninggal sekitar 30 menit sebelum ditemukan. Dan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mengarah ke tindak pidana.
Pihak keluarga korban menerima kejadian meninggalnya korban karena tenggelam dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak dilakukan visum dalam. (fat/fat)










































