Kapolsek Puri AKP Airlangga Pharmady mengatakan, pengajian ormas HTI ini digelar dalam rangka safari Ramadan. Pengajian yang mengambil tema Islam Rahmatan Lil Alamin Mewujudkan Keamanan Negara ini rencananya akan diikuti 100 jamaah HTI di Masjid Ponpes Al Anwar.
Namun sekitar pukul 07.00 Wib, ratusan warga Desa Sumolawang berkumpul di depan masjid tersebut. Massa menolak kedatangan jamaah HTI dengan cara menutup jalan masuk ke masjid.
"Warga Balonglombok rata-rata NU. Jadi ada perbedaan faham sehingga warga menolak pengajian HTI," kata Airlangga kepada detikcom.
Tak hanya memblokade jalan masuk ke dalam masjid, warga juga membentangkan poster penolakan terhadap kedatangan HTI di kampung mereka. Melihat aksi penolakan oleh warga, puluhan jamaah HTI yang sudah datang pun tak berani masuk ke dalam masjid. Sementara panitia pengajian dan Ketua HTI Kota Mojokerto bertahan di dalam masjid.
Beruntung aksi penolakan warga ini bisa diredam petugas dari Polsek Puri. Perwakilan warga dan panitia pengajian HTI bersedia melakukan mediasi di dalam masjid.
"Melihat ada perkumpulan warga, panitia pengajian dari HTI legowo dan membatalkan kegiatan tersebut," ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, saat ini massa HTI telah membubarkan diri dari Masjid Ponpes Al Anwar. Kendati begitu, pihaknya masih melakukan penjagaan di lokasi untuk memastikan situasi tetap aman.
"Pengajian HTI dipindahkan ke Desa Peterongan, Kecamatan Bangsal. Di sana juga dijaga anggota," pungkasnya. (fat/fat)











































