Proyek Trem Mulai Dikerjakan Awal Agustus 2016

Proyek Trem Mulai Dikerjakan Awal Agustus 2016

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 07 Jun 2016 13:57 WIB
Proyek Trem Mulai Dikerjakan Awal Agustus 2016
Foto: Dokumen bapeko pemkot surabaya
Surabaya - Proyek transportasi massal trem yang sempat molor pelaksanaannya, dipastikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini segera dimulai pengerjaannya awal Agustus 2016.

Menurut Risma, sapaan akrab wali kota yang banyak meraih penghargaan nasional dan internasional ini, proyek trem sudah mempunyai pemenang lelang.

"Kemarin sudah telepon ke Dirjen, sudah naik ke Mensekab untuk keputusan Presiden. Bahkan sudah ada pemenang lelangnya," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Selasa (7/6/2016).

Pemilik gelar doktor honoris kausa bidang tata ruang perkotaan ini memperkirakan pengerjaan salah satu proyek tranportasi massal ini setelah gelaran PrepCom UN Habitat 3.

"Mungkin habis lebaran mereka mulai pengerjaan. Sebenarnya dua bulan lalu. Tapi kita nunggu setelah UN Habitat saja," imbuh dia.

Trem yang akan membelah jalan protokol Kota Surabaya ini membuat Pemkot Surabaya menyiapkan rekayasa lalu lintas mengantisipasi kepadatan dan kemacetan.

"Trem di tengah ini. Sisi kanan kiri (pulau jalan) satu meter, berem tak ambil," ungkap Risma.

Ia mencontohkan kawasan Tunjungan yang akan dilintasi trem. Sebagai antisipasi kemacetan, sebagian arus lalu lintas yang akan ke Gubernur Suryo akan dilewatkan Genteng kemudian belok kanan Simpang Dukuh.

"Nanti ada pengalihan arus yang selama ini lewat Tunjungan lewat Simpang Dukuh. Ada kemungkinan Gentengkali menjadi dua jalur. Lewat Simpang Dukuh arah ke trimurti dan grahadi. Ini lagi ditata oleh Dishub," ungkap Risma.

Pengembangan angkutan trem akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, pengembangan angkutan massal ini dimulai dari depo trem lama di Bumiharjo, Joyoboyo melewati Jl. Raya Darmo hingga ke utara sampai persimpangan Jl. Indrapura-Jl. Rajawali.

Di sepanjang jalur tersebut akan dibangun titik-titik halte/shelter yang letaknya strategis dengan pusat kegiatan masyarakat metropolis. Selanjutnya, pada tahap kedua, rencana pengembangan trem ini akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak.

Pemkot juga menyiapkan rencana cadangan yang melanjutkan pengembangan trem hingga Terminal Purabaya via frontage road Ahmad Yani sisi barat. Jika rencana itu terealisasi, warga dari Sidoarjo bisa memarkir kendaraan pribadinya di Terminal Purabaya dan bisa melanjutkan perjalanan dengan trem menuju pusat kota Surabaya. Dengan begitu, beban jalan akan kendaraan pribadi dapat tereduksi. (ze/fat)
Berita Terkait