Siswa Kelas 5 SD Tewas Ditusuk

Siswa Kelas 5 SD Tewas Ditusuk

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 06 Jun 2016 15:39 WIB
Siswa Kelas 5 SD Tewas Ditusuk
Korban semasa hidup/Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Pembunuhan terjadi di Perumahan Griya Citra Asri (GCA) Benowo. Seorang siswa kelas 5 SD tewas ditusuk. Pelaku adalah seorang pria berusia 35 tahun yang juga tinggal di komplek yang sama.

Korban adalah Rafi Perdana Saputra, warga GCA RM 12. Sementara pelaku adalah Bagus Raditia, warga GCA RM 24. Korban dan pelaku tidak saling kenal meski tinggal di perumahan yang sama.

"Kejadiannya pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB," kata Kanit Reskrim Polsek Benowo AKP Didik Tri Wahyudi kepada wartawan, Senin (6/6/2016).

Sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku pergi menuju ke Masjid Baiturrahman untuk numpang buang hajat. Pelaku membuang hajat di masjid karena saluran kamar mandi di rumahnya buntu. Sepulang dari masjid, dekelompok anak-anak meneriaki dan mengejeknya dengan sebutan orang gila, termasuk Rafi. Tak hanya itu pelaku juga dilempari petasan.

Pelaku sendiri merasa dongkol dengan ejekan itu. Pelaku mengaku tidak hanya sekali mendapat sebutan orang gila dari anak-anak di sekitar perumahan. Namun pagi itu pria yang masih membujang tersebut berniat ingin membuat perhitungan.

"Saya jengkel karena tidak hanya sekali ini diejek," ujar pelaku.

Dari masjid, pelaku kembali ke rumah. Di rumah, pria pengangguran itu mengambil pisau dapur. Pisau itu diselipkan ke pinggang kiri. Memakai motor, pelaku kembali ke lokasi tempat dia diejek sebagai orang gila. Di sekitar masjid sudah tak terdapat anak-anak tersebut.

Tetapi di warung yang tutup di dekat masjid, ada empat anak di dalamnya. Mereka adalah Toriq, Nazwan, Rafi dan Berlindi Muhammad Adri Perkasa. Rafi saat itu dalam posisi tengkurap di meja sambil memainkan HP, Berlindi juga dalam posisi tengkurap di depan Rafi. Sementara Rofiq dan Nazwan berdiri di dekat mereka.

Tiba-tiba datang pelaku mendekat. Pelaku lalu memukul kepala bagian belakang Rafi. Rafi berontak hendak kabur, namun tangannya dipegangi pelaku sehingga dia tak bisa berlari. Tiga anak yang lain langsung kabur begitu melihat Rafi dianiaya pelaku.

Menurut keterangan Didik, saat Rafi meronta hendak melepaskan diri, pisau yang dibawa pelaku terjatuh. Pisau lalu diambil dan ditusukkan ke pinggang sebelah kiri.

"Pelaku hanya sekali menusukkan pisaunya," lanjut Didik.

Namun menurut keterangan Berlindi yang sempat melihat kejadian itu, pelaku menusuk Rafi sebanyak dua kali. Karena terus meronta, pelaku menusuk Rafi. Setelah menusuk, pisau pelaku terjatuh.

"Pisau diambil lalu ditusukkan kembali satu kali. Setelah itu mas Rafi lepas lalu kabur," kata Berlindi.

Rafi berlari ke perempatan jalan. Dia lalu menuju ke rumah Heri Koko di dekat perempatan. Di situ dia minta tolong karena punggungnya terasa sakit. Istri Heri lalu mengantarnya pulang. Sesampai di rumah, bocah 12 tahun itu pingsan. Anak tunggal pasangan Tommy Natalyanto dan Kaswiantoko kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bunda.

"Korban meninggal di RS Bunda," tandas Didik. (iwd/fat)
Berita Terkait