"Kami mendukung presiden untuk tidak meminta maaf kepada PKI," ujar Wakil Ketua Front Pancasila Jatim Nasir kepada wartawan di sela-sela aksi damai di DPRD Jatim, Rabu (1/6/2016).
Nasir menjelaskan, saat ini telah ada pemutarbalikan fakta bahwa PKI adalah korban yang ujung-ujungnya mendesak pemerintah untuk meminta maaf. Padahal fakta yang sebenarnya adalah bahwa PKI adalah pemberontak. PKI adalah pelaku yang membantai rakyat Indonesia sendiri.
Nasir bahkan menyebut bahwa upaya membangkitkan PKI adalah nyata. Nasir menyebut ada sebuah organisasi masyarakat yang jelas-jelas ingin menyebarkan paham dan ajaran kekiri-kirian.
"Jika paham komunis hadir, pasti akan timbul masalah," lanjut Nasir.
Upaya lain yang dilakukan PKI agar eksis kembali adalah berjuang memperebutkan pengakuan secara de jure melalui pencabutan TAP MPRS no. XXV/1966, upaya menunggangi komnas HAM untuk kepentingan bangkitnya PKI, infiltrasi di bidang pendidikan dan budaya, jalur hukum internasional yakni People Tribute tahun 2015 di Den Haag, penyebaran atribut palu arit, penayangan film berbau komunis, dan lain sebagainya.
Dalam aksi damai itu, massa Front Pancasila yang diikuti massa FPI membakar bendera berwarna merah dengan gambar palu arit di tengahnya. Massa membakar bendera itu sambil bertakbir. (iwd/fat)











































