Makam Abal-abal Sepanjang 7 Meter Kembali Dibongkar

Makam Abal-abal Sepanjang 7 Meter Kembali Dibongkar

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 31 Mei 2016 12:00 WIB
Makam Abal-abal Sepanjang 7 Meter Kembali Dibongkar
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Lagi, sebuah makam yang dikultuskan oleh salah satu jamaah pengajian terpaksa dibongkar Pemkab Lamongan. Pembongkaran makam sepanjang 7 meter ini dilakukan karena tidak diketahui makam siapa atau apa yang dibangunkan nisan sepanjang 7 meter dan lebar 3 meter.

Kepala Bakesbangpol Linmas, Sudjito mengatakan, pembongkaran makam ini terjadi di Desa Sumowinangun, Kecamatan Karang Binangun. Pembongkaran, dilakukan atas pertimbangan dari fatwa MUI Lamongan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Pengawas Aliran Kepercayaan-Keagamaan Masyarakat (Pakem) Lamongan.

Sudjito mengatakan, makam tersebut oleh salah satu jamaah dianggap sebagai makam yang dikultuskan dan dianggap sebagai makam dari seorang syeh yang bernama Syeh Ali Anshori. Dikatakan oelh Sudjito, makam yang dibongkar ini memiliki panjang sekitar 7 meter dengan lebar 3 meter.
"Pembongkaran ini sudah atas fatwa MUI dan keputusan dari FKUB serta hasil rapat Pengawasan Aliran Kepercayaan-Keagamaan Masyarakat (Pakem) Lamongan," kata Sudjito kepada wartawan, Selasa (31/5/2016).

Sudjito mengungkapkan, dasar dari fatwa MUI adalah adanya laporan masyarakat tentang pembangunan makam yang belum jelas siapa yang dimakamkan di lokasi. Sehingga MUI melakukan penelitian, pendalaman dan akhirnya dikeluarkan fatwa MUI. Makam yang baru dibangun selama 6 bulan itu, kata Sudjito, dinilai MUI dan FKUB menyesatkan.

"Dari fatwa MUI ini, Pemkab melakukan kegiatan pembongkaran, di sini ada 1 yang di bongkar, dan ada beberapa makam lainnya yang akan kita bongkar juga," sambungnya.

Sementara Kepala Desa Sumowinangun, Sirat mengaku, di desanya tidak ada sejarah dan atau silsilah yang membenarkan bekas makam seseorang, apalagi makam seorang ulama besar. Makam itu dulunya tanah lapang yang berstatus sebagai tanah desa dan tidak pernah ada makam.

"Lokasi tersebut dulunya digunakan sebagai tempat sedekah bumi oleh warga dan di bawah makam itu tidak ada apa-apanya," aku Sirat.

Sirat menambahkan, sebelum ada pembangunan makam panjang tersebut, jamaah yang berjumlah 20 orang melakukan kegiatan di musholla di sebelah timur makam. "Makam ini dibangun kurang dari 1 tahun ini dan menimbulkan pro dan kontra di warga," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait