Polri Siap Backup Petugas Ditjen Pajak Antisipasi Tindak Kekerasan

Polri Siap Backup Petugas Ditjen Pajak Antisipasi Tindak Kekerasan

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 30 Mei 2016 13:15 WIB
Polri Siap Backup Petugas Ditjen Pajak Antisipasi Tindak Kekerasan
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Tak ingin kasus terbunuhnya petugas pajak yang sedang menjalankan tugas di Nias, Polri siap membackup memberikan bantuan pengamanan bagi petugas pajak yang menjalankan tugasnya di lapangan.

"Semuanya akan kita bakcup. Misalnya, pak ini saya mau menagih minta Sabhara, minta brimob, kita backup," kata Karo Binopsnal Baharkam Mabes Polri saat jumpa pers di sela acara Sosialisasi addendum pedoman kerja dan implementasi kesepakatan bersama antara Ditjen Pajak dengan Polri di Empire Palace, Surabaya, Senin (30/5/2016).

Brigjen Pol Sudjarno mengatakan, pihaknya berharap kasus petugas pajak dari KPP Sibolga, dibunuh saat menjalankan tugas di lapangan oleh pengusaha yang menunggak pajak pada 12 April lalu di Nias tidak terulang lagi.

"Kita berharap kejadian di Nias yang pertama kali dan juga yang terakhir kalinya. Jangan sampai terulang lagi di daerah-daerah lain," tuturnya.

Dalam jumpa pers yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur Estu Budiarto, Kakanwil DJP Jatim II Irawan dan Kakanwil DJP Jatim III Budi Gunawan Bastari, Brigjen Pol Sudjarno berharap agar ada sinergi antara Polda Jatim dan DJP di berababagi daerah di Jawa Timur.

"Khusus di Jawa Timur, beritahu kami kegiatan pajak apa saja. Orangnya mau kemana, beritahu ke kami, mulai dari tingkat polda, polres, sampai ke polsek, kita siap membackupnya," jelasnya.

Sementara itu, Rudi Gunawan Bastari Kakanwil DJP Jatim III mengapresiasi kerjasama antara kepolisian dengan Ditjen Pajak.

"Pekerjaan pajak ini kan nggak mungkin sendiri. Kita harus mengamankan bersama-sama. Dengan adanya MoU, maka ada saling pengertian," kata Rudi.

Dalam waktu dekat ini, jajaran kantor pelayanan pajak di wilayahnya akan bersilaturrahmi dengan Kapolda Jatim sampai ke kapolres, untuk penguatan dalam menjalankan tugas, sehingga kasus di Nias tidak terulang lagi.

"Kita akan terbuka. Sehingga apa yang kita kerjakan diketahui kepolisian, dan bisa mengurangi resiko," jelasnya.

Ditjen Pajak juga menghargai dukungan dan kerjasama dari Polri, termasuk pendampingan dalam rangka penagihan pajak, intelijen, penyanderaan, penyidikan dan kegiatan penegakan hukum lainnya di bidang perpajakan.

"Kita harapkan tercipta koordinasi dan kerjasama yang lebih kuat dan terpadu antara Ditjen Pajak dengan Polri," tandasnya.

(roi/fat)
Berita Terkait