"Saya lihat ada mobil parkir di depan pintu gerbang gudang rokok, " ujar Wagini (56), salah satu saksi mata dan juga warga di sekitar gudang tersebut kepada sejumlah wartawan.
Dia mengaku terkejut mendengar suara gaduh mirip pecahan kaca. Karena curiga, dia langsung bangun dari tidurnya dan melihat langsung dari kaca dalam rumahnya. Saat kejadian itu berlangsung, terdapat mobil warna hitam keluar dari dalam gudang. "Saya takut tidak berani keluar rumah, " katanya.
Sementara itu, salah seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengaku jika jumlah perampok 10 orang. Saat masuk, para perampok bekerja dengan cepat dan rapi. Para pelaku terlebih dahulu melumpuhkan Edo dan Joko, dua securiti yang sedang berjaga malam. Kedua securiti yang mengalami luka sayatan benda tajam langsung dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.
Bahkan, keduanya dalam kondisi terikat tali dan luka sayatan benda tajam pada bagian kedua lengannya. " Perampok berbahasa Madura, dan seperti sudah mengenal lokasi dengan baik," katanya.
Peristiwa perampokan tersebut menjadi perhatian Kapolres Banyuwangi, AKBP Budi Mulyanto dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun, belum ada pernyataan resmi atas kejadian ini. Mantan Kapolres Sampang itu langsung meninggalkan lokasi dengan mobil Innova P 822 WB.
Puluhan personel kepolisian langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Namun, wartawan yang melakukan peliputan diusir oleh securiti dan tidak diperkenankan meliput di dalam lokasi gudang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak menejemen Gudang Garam berapa jumlah kerugian akibat perampokan tersebut. Sementara itu, Kapolsek Rogojampi, Kompol Toha Choiri, masih belum berani memberikan keterangan lebih jelas, karena masih dalam tahap penyelidikan. Namun, diperkirakan kerugian sekitar Rp 200 juta lebih. (bdh/bdh)











































