Bupati Jember Kritik Mahasiswa Pendemo Tolak Izin Tambang

Bupati Jember Kritik Mahasiswa Pendemo Tolak Izin Tambang

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 26 Mei 2016 14:19 WIB
Bupati Jember Kritik Mahasiswa Pendemo Tolak Izin Tambang
Bupati Jember dr Faida bicara tentang tambang/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Bupati Jember dr Faida mengkritik mahasiswa yang berdemo di halaman kantor pemkab, Kamis (26/5/2016). Menurut Faida, banyak langkah yang lebih bermartabat bisa dilakukan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

Hal ini disampaikan Faida saat menemui ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember, yang berunjukrasa menolak penambangan emas di kecamatan Silo.

"Saya juga dulu mantan aktivis. Saya kira untuk menyalurkan aspirasi tidak harus melakukan demonstrasi. Apalagi saudara ini intelektual muda. Masih banyak cara menyalurkan aspirasi dengan cara yang lebih bermartabat," sindir Faida.

Menurut Faida, demonstrasi merupakan jalan terakhir yang ditempuh jika menemui jalan buntu dalam bermusyawarah.

"Bukan hanya mahasiswa yang ingin ketemu saya. Tetapi saya juga sebenarnya ingin bertemu mahasiswa. Kalau ingin bertemu saya, cek dulu apakah saya ada di kantor lalu temui saya. Jangan teriak-teriak di lapangan seperti itu," cetusnya.

Mahasiswa menuntut ada ketegasan dari bupati untuk menolak rencana tambang emas di Desa Pace, Kecamatan Silo. Menanggapi polemik itu, Faida mengklaim tak ada pengusaha tambang yang berani melobi dirinya.

"Saya tegaskan. Sampai saat ini, tidak pernah ada pengusaha tambang, pejabat maupun dari partai yang melobi bupati dan wakil bupati Jember soal tambang emas di Silo," ujar Faida.

"Mereka tidak berani melakukan itu karena sudah tahu jawabannya, bahwa kami konsisten menolak tambang emas di Silo," dalihnya.

Bupati Jember dr Faida menerima kritik keras dari sejumlah elemen masyarakat. Bupati yang seharusnya mengeluarkan pernyataan resmi atas polemik tambang, justru hanya menjawab lewat status facebook di Fanpage dr FAIDA MMR.

Salah seorang tokoh masyarakat Muhammad Sholeh menyesalkan curhat Bupati di halaman Facebook itu. "Itu bukan pernyataan resmi Bupati. Seharusnya Bupati berkirim surat ke Gubernur bahwa menolak tambang, bukan buat status di media sosial. Jember ini bukan Kabupaten Facebook," jelasnya. (fat/fat)
Berita Terkait