"Pendaki sudah ditemukan di daerah Gunung Boto mengarah ke kawasan Tawong Singo yang masuk wilayah Kabupaten Lumajang," ujar Wahyudi kepada detikcom.
Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) ini menambahkan, kedua korban dalam kondisi selamat saat ditemukan oleh tim SAR, namun tidak begitu normal untuk secara fisik. "Karena kondisinya lemas," tambah dia.
Menurut Wahyudi, Kepala BB TNBTS John Kennedhie, bertolak menuju Ranupane sejak siang tadi. Hal ini sebagai wujud support dari pengelola taman nasional kepada tim gabungan yang sudah bekerja keras untuk menyisir jalur pendakian.
"Pimpinan datang langsung untuk memberi semangat kepada tim SAR," tuturnya.
Dia mengaku, evakuasi masih dilakukan untuk membawa kedua pendaki ke tempat aman. Proses masih berlangsung, sulitnya sinyal telepon seluler di lokasi membuat pihaknya belum dapat memantau perkembangan terkini di lapangan.
"Evakuasi sedang dilakukan. Di lokasi sinyal sangat sulit," akunya.
Open SAR gabungan telah dilakukan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) untuk menemukan jejak kedua pendaki yang dikabarkan hilang saat menuju puncak Mahameru.
Mereka adalah Supriyadi (26), beralamat di kawasan Lempuyang Lor Blok 4, Gubug, Cirebon dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), pelajar asal Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kedua pendaki ini bersama empat rekannya untuk melakukan pendakian menuju puncak Mahameru sejak 17 Mei 2016 lalu. (fat/fat)











































