Tabrak Truk Muat Jagung, Nyawa Sopir Avanza Tak Bisa Diselamatkan

Tabrak Truk Muat Jagung, Nyawa Sopir Avanza Tak Bisa Diselamatkan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 15 Mei 2016 13:21 WIB
Tabrak Truk Muat Jagung, Nyawa Sopir Avanza Tak Bisa Diselamatkan
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Kecelakaan terjadi di jalan raya pantura Situbondo. Diduga sopir mengantuk, sebuah Toyota Avanza L 1596 PG menghantam truk DR 8810 AA yang bermuatan jagung.

Kerasnya benturan membuat body Avanza warna hitam itu ringsek. Mohammad Anwari (50), sopir Avanza asal Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan, sempat terjepit di bangku kemudi.

Sopir BNI Situbondo ini baru bisa dievakuasi keluar setelah dibantu polisi dan warga, sekitar 1 jam kemudian. Untuk menyelamatkan nyawanya, korban langsung dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

Luka yang parah membuat korban tak bisa diselamatkan, meninggal dunia di rumah sakit. Sementara rekan kerjanya, Novianti Fauziah (36), lolos dari maut. Wanita asal Desa Curahjeru Kecamatan Panji, itu hanya mengalami cedera ringan.

"Minibus itu membawa penumpang satu orang. Sopirnya meninggal di rumah sakit, sementara penumpangnya mengalami luka ringan memar di bahu kanan," kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo, Iptu Sutanto, Minggu (15/5/2016).

Keterangan detikcom, kecelakaan yang merenggut satu korban nyawa itu terjadi di jalan raya pantura Dusun Pecaron Desa Klatakan Kecamatan Kendit, sekitar pukul 23.00 WIb Sabtu (14/5) malam.

Saat itu, kedua pengendara Toyota Avanza L 1596 PG itu dalam perjalanan pulang usai ada kepentingan dinas di luar kota. Mobil ini melaju dari arah Surabaya menuju ke Situbondo.

"Korban ini memang driver di BNI Situbondo. Tadi malam baru pulang setelah ada kepentingan dinas bersama rekan kerja kami," kata seorang wanita rekan kerja korban di Kantor Unit Laka Polres Situbondo.

Polisi saat ini mengamankan dua kendaraan yang bertabrakan dan akan memprosesnya."Memang dugaannya sopir minibus mengantuk. Tapi kepastiannya masih kami selidiki. Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan," tandas Iptu Sutanto. (ugik/ugik)
Berita Terkait