Bupati Situbondo Launching Rawat Inap Jiwa 'Laraje' di Puskesmas

Bupati Situbondo Launching Rawat Inap Jiwa 'Laraje' di Puskesmas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 13 Mei 2016 16:14 WIB
Bupati Situbondo Launching Rawat Inap Jiwa Laraje di Puskesmas
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Meski bermodalkan semangat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo membuka pelayanan kesehatan jiwa. Pelayanan tersebut secara resmi dibuka dalam bentuk Rawat Inap Jiwa di Puskesmas Mlandingan.

Sedikitnya, 10 pasien jiwa yang kini sedang menjalani perawatan medis di Rawat Inap Jiwa bernama 'Laraje' tersebut. Sementara 5 pasien lainnya sudah dikembalikan ke keluarganya setelah dinyatakan sembuh.

"Sebagai program unggulan Puskesmas Mlandingan, sudah sekitar 3 tahun layanan ini dirintis. Banyak pengalaman pahit yang dirasakan. Alhamdulillah, meski hanya bermodalkan semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat, akhirnya kita bisa melaunching Rawat Inap Jiwa ini," kata Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, dalam launching Rawat Inap Jiwa 'Laraje' di Puskesmas Mlandingan, Jumat (13/5/2016).

Disebut hanya bermodalkan semangat, sambung Bupati Dadang, karena hingga saat ini Dinkes Situbondo tidak memiliki tenaga medis khusus menangani masalah kejiwaan. Karena itu, pihaknya berharap Kementria Kesehatan RI bisa lebih memberdayakan. Baik dengan bantuan dokter, obat, atau peralatan yang mendukung layanan kesehatan jiwa ini kepada pasien.

"Di Indonesia saat ini memiliki 34 rumah sakit jiwa. Tapi itu belum memadai. Karena itu, kami berharap RSU-RSU di daerah punya layanan gangguan kejiwaan. Namun untuk percepatan akses layanan ke masyarakat, Puskesmas hendaknya juga membuka layanan ini. Makanya, Rawat Inap Jiwa di Puskesmas Mlandingan ini cukup bagus," puji Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kemenkes RI,DR dr Fidiansjah, Sp.Kj MPH.

Pengamatan detikcom, selain Bupati dan sejumlah pimpinan SKPD Situbondo, launching Rawat Inap Jiwa 'Laraje' di Puskesmas Mlandingan juga dihadiri perwakilan Kemenkes RI dan Dinkes Provinsi Jatim. Terdapat tiga ruangan ukuran besar dan satu karantina yang disiapkan dalam Rawat Inap Jiwa tersebut.

Acara launching juga dimeriahkan dengan penampilan beberapa mantan pasien Rawat Inap Jiwa setempat yang sudah dinyatakan sembuh. Di atas panggung, mereka menampilan aksi drama teatrikal tentang derita hidup para penderita penyakit jiwa yang dipasung.

"Mereka dulu memang pasien di sini. Ada 5 pasien yang pulang karena sudah dinyatakan sembuh," kata Didik Santoso, Kepala Perawatan Rawat Inap Jiwa 'Laraje'.

Menurut Didik, selama ini metode penyembuhan yang digunakan adalah terapi aktivitas kelompok dengan pemberdayaan pasien melalui kreativitas. Diantaranya, kerajinan kerang, relaksasi untuk penenangan jiwa, dan pengobatan. Rawat Inap Jiwa ditangani 1 dokter umum dan 13 orang paramedis. Sebanyak 5 di antaranya sudah mengikuti pelatihan Komunitas Perawat Kesehatan mental atau Community Mental Health Nursing (CMHN).

"Pasiennya kebanyakan warga lokal Situbondo. Untuk proses penyembuhan berbeda-beda tergantung dukungan masyarakat setempat dan keluarga pasien," papar Didik Santoso.

Selain itu, untuk mengetahui ada pasien jiwa dipasung, pihaknya bekerja sama dengan Tim Pelaksana Kegiatan Jiwa Masyarakat, yang terdiri dari semua unsur. Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, tokoh masyarakat, Kepala Desa, Koramil dan aparat Kepolisian.

"Kabupaten Situbondo menargetkan tahun 2020 mendatang sudah bebas pasung. Alhamdulillah, dari 17 pasien jiwa yang dipasung, saat ini tinggal 1 orang saja. Keluarganya keberatan untuk melepas pasungnya. Sementara 16 lainnya sudah bebas," pungkas Didik. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini