Paini Hanya Terbaring Lemah Digerogoti Kanker Payudara

Paini Hanya Terbaring Lemah Digerogoti Kanker Payudara

Yakub Mulyono - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 09:24 WIB
Paini Hanya Terbaring Lemah Digerogoti Kanker Payudara
Paini tergolek lemah di tempat tidur/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Paini (46), warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember harus rela digerogoti kanker payudara selama satu tahun terakhir. Bahkan payudara kanannya berlubang karena penyakit tersebut.

Tubuh Paini hanya bisa tergeletak di ranjang kamar tidurnya. Kanker payudara yang menggerogoti, membuat Paini tak bisa beraktivitas dan hanya bisa dibantu oleh suaminya, Mat Ilyas Faisun (52).

"Tahun lalu, saya memiliki benjolan sebesar biji jagung di dada kanan saya. Lama kelamaan terasa gatal dan sakit hingga menjadi seperti ini," terang Paini di rumahnya, Kamis (12/5/2016).

Kian hari, dada kanan Paini semakin habis digerogoti kanker ganas itu. Bahkan saat seseorang masuk ke dalam kamarnya, akan mencium aroma yang kurang sedap  dari luka yang kian menganga itu.

Paini mengaku sudah memeriksakan diri ke puskesmas setempat saat kankernya baru sebiji jagung. Diagnosa tenaga medis saat itu menyatakan Paini positif menderita kanker payudara.

"Saya disarankan untuk operasi, tetapi saya takut nanti malah mati, seperti yang terjadi pada warga desa sebelah. Setelah dioperasi dia mati," ungkapnya.

Suami Paini, Mat Ilyas Faisun mengatakan, keinginan Paini menolak pilihan operasi justru didukung oleh keluarganya.

"Ya, malah didukung sama keluarga. Akhirnya selama satu tahun ini tidak pernah berobat ke Puskesmas atau rumah sakit," kata Faisun.

Kerap kali Faisun terjaga di malam hari karena mendengar jeritan istrinya karena menahan rasa sakit. "Kalau sudah sakit, saya belikan obat pereda nyeri. Harganya Rp 1.000 per tablet," ungkapnya.

Kini, walaupun keluarga Paini memperbolehkan untuk operasi, Faisun mengaku tak mampu untuk membiayainya. Sehari hari, Faisun bekerja sebagai petani, sedangkan biaya untuk operasi mencapai puluhan juta.  "Sekarang saya hanya bisa pasrah saja kepada Allah," jelas Faisun dengan mata berkaca kaca.


(fat/fat)
Berita Terkait