Mengenal Mangga Klonal 21, Buah 'Istimewa' yang Bisa Dimakan dengan Sendok

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 18:45 WIB
Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Kabupaten Pasuruan merupakan surga bagi pohon mangga. Agroklimat daerah ini sangat cocok bagi semua jenis mangga, mulai arumanis, golek, manalagi, lalijiwo, gadung 21 (klonal 21) hingga garifta.

Saat ini, jumlah tegakan pohon mangga di Kabupaten Pasuruan mencapai 2.615.833 pohon. Dengan jumlah jutaan pohon tersebut, produksi mangga mencapai 188.259 ton per tahun.

Foto: Muhajir Arifin/detikcom

Hamparan pohon mangga bisa ditemui di Kecamatan Grati, Nguling, Lumbang, Pasrepan, Wonorejo, Sukorejo dan Rembang.

Petani mangga Pasuruan menjual hasil panennya ke Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Batam hingga Papua.

Di antara beberapa varietas mangga Pasuruan, yang menjadi unggulan adalah mangga gadung klonal 21. Mangga asli hasil budidaya petani dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan ini diproduksi Kelompok Tani Kertosari IV dan V serta Sidodadi.

Foto: Muhajir Arifin/detikcom

"Mangga klonal 21 sudah memperoleh Sertifikat Prima III, yakni aman pangan. Kalau sudah dapat sertifikat ini, setiap buahnya sudah bisa diberi label berupa stiker. Mangga Klonal 21 juga bisa dijual di pasaran internasional," kata Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Doddy Setiawan, Rabu (11/5/2016).

Doddy menyebut, untuk bisa dikenal sebagai "Mangga Pasuruan" di pasaran luar daerah, klonal 21 membutuhkan proses branding sejak 2007, meski sudah digagas sejak 1994.

"Sekarang orang sudah tahu, kalau mangga itu ya dari Pasuruan. Orang sudah tahu kalau mangga klonal 21 bisa dimakan dengan cara diputar dan disendok seperti alpukat," jelasnya.

Klonal 21 ditanam petani di Kecamatan Rembang sebanyak 3.000 pohon, Sukorejo sebanyak 2.500 pohon, Wonorejo sebanyak 2.500 pohon, Purwosari 500 pohon, Pasrepan 1.500 pohon dan paling banyak di Grati mencapai 49.000 pohon.

Foto: Muhajir Arifin/detikcom

"Mangga gadung klonal 21 masak pohon bisa dinikmati di Desa Oro-oro Ombo Kulon dan Oro-oro Ombo Wetan serta di Desa Wonokerto, Sukorejo," pungkas Doddy.

Secara umum pohon mangga bisa ditanam di ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 1000 mm/tahun. Masa panen mangga mencapai puncaknya pada bulan Oktober-Nopember.

(fat/trw)