Anggota Satpol PP Dipolisikan Setubuhi Pelajar SMP

Anggota Satpol PP Dipolisikan Setubuhi Pelajar SMP

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 17:13 WIB
Jombang - Anggota Satpol PP berinisial S (35) dilaporkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Jombang. Anggota korps penegak perda berdinas di Kecamatan Jogoroto itu diduga menyetubuhi pelajar SMP yang masih berusia 15 tahun. Untuk merayu korban, S diduga mencekoki korban dengan video porno.

Kasubbag Humas Polres Jombang mengkonfirmasi kasus ini, Rabu (11/5/2016). Menurut dia, korban merupakan siswi SMP di Jogoroto yang rumahnya berdekatan dengan tempat S berdinas.

"Terlapor merupakan oknum anggota Satpol PP. Sedangkan korban masih berumur 15 tahun, pelajar SMP," kata Retno kepada wartawan.

Retno menjelaskan, awalnya S mengajak korban untuk mengobrol di dalam ruangan Satpol PP di kantor Kecamatan Jogoroto. Pada kesempatan itu, terlapor mencekoki korban dengan video porno.

"Menurut pengakuan korban, terlapor menunjukkan video porno. Kemudian terlapor bilang ke korban apa mau diajak berhubungan seperti di video, sambil mengiming-imingi uang Rp 50.000," kata Retno kepada wartawan.

Termakan bujuk rayu S, gadis 15 tahun itu pun hanya bisa pasrah. Di dalam ruangan Satpol PP Kecamatan Jogoroto itu lah, pelajar SMP itu diduga disetubuhi oleh terlapor.

"Pasca kejadian itu, korban hanya diam. Kemudian di masyarakat banyak yang menyebut korban hamil. Mendengar hal itu, pihak orang tua menanyai korban. Kemudian korban mengaku berhubungan badan dengan terlapor," ujar Retno.

Tak terima dengan ulah S, orang tua korban memutuskan melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Jombang. Menurut Retno, sejauh ini pihaknya sudah memintai keterangan 8 orang saksi terkait kasus ini.

"Laporan kami terima April lalu. Namun, penyelidikan kami terhambat tak adanya saksi yang melihat langsung kejadian persetubuhan itu. Sehingga sampai saat ini belum ada tersangka," terangnya.

Selain itu, lanjut Retno, pihaknya sedang menunggu hasil visum terhadap korban. "Nanti dari hasil visum akan kelihatan hubungan itu dipaksa atau tidak," pungkasnya. (fat/fat)
Berita Terkait