Korban meregang nyawa sebelum sempat mendapat penanganan medis. Saat itu Didik sedang disuruh Tiami (50) memotong beberapa pohon agar tidak rimbun di pekarangannya yang terletak di Dusun Cungkup RT 1 RW 02 Desa Ngrendeng Selorejo.
Dia bersama dua orang lainnya, yakni Erwanto dan Hendrik Kurniawan bekerja memotong pohon di areal pekarangan yang cukup luas. Namun pekerjaan mereka terhenti saat mendengar teriakan Didik.
"Begitu saya menoleh ke arah Didik, saya sudah lihat dia terkapar penuh darah dengan luka di dada dan kepala," kata Erwanto saat ditemui wartawan di lokasi.
Kejadian inipun langsung dilaporkan ke Mapolsek Selorejo. Korban dievakuasi menggunakan mobil dan dibawa menuju RS Ngudi Waluyo Wlingi.
"Namun belum sampai di tempat tujuan, nyawa Didik tidak dapat diselamatkan," jelas Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Wisnu Wardhana
Didik meninggal dalam perjalanan karena diduga kehilangan banyak darah dan mengalami kesulitan pernafasan. (fat/fat)











































