"Perlintasan tanpa palang pintu, korban nekat melintas hingga terjadi kecelakaan," ujar Kanitlaka Satlantas Polres Malang Ipda Yoyok Supandi kepada detikcom.
Yoyok mengaku, tiga penumpang adalah satu keluarga yang hendak melakukan perjalanan pulang ke rumahnya di Jalan Adi Santoso Nomor 153 Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Mereka adalah Aris Susanto (44), pengemudi juga tercatat sebagai karyawan BUMN Perhutani, istri Aris, Anik Widiastutik (41), dan Abbe balita anak Aris masih berumur 4 tahun.
"Yang jelas mereka satu keluarga hendak pulang melintas di perlintasan kereta api tersebut," aku Yoyok menceritakan. Dia menambahkan, olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan sejumlah saksi sudah dilakukan sebagai upaya mengumpulkan bahan keterangan. Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. "Masih diselidiki penyebabnya," tegasnya.
Sementara dari keterangan yang dihimpun detikcom, kecelakan berawal ketika Isuzu Panther dikemudikan korban melintas dari arah timur menuju barat (Kepanjen). Disaat kendaraan berada persis di lintasan, KA Gajayana CC 2061310 dengan Nomor 41 jurusan Malang-Jakarta Kota dengan masinis Luluk K. melaju cepat dari arah utara.
Tabrakan tidak terhindarkan, hingga mengakibatkan mobil Isuzu Panther dikemudikan Aris terpental dan ringsek. Warga yang mengetahui kecelakaan langsung mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan kepada korban.
KA Gajayana kala itu membawa 12 rangkaian kereta yang terdiri dari satu gerbong Pembangkit, empat Kereta Eksekutif, satu Kereta Makan, lima Kereta Eksekutif, dan satu gerbong arang dengan total berat sekitar 492 Ton. "Sopir mengalami patah tulang dan semuanya menjalani perawatan di RS Wava Husada Kepanjen," beber Yoyok. (bdh/bdh)











































