"Ada yang tidak lulus, karena beberapa hal, yakni mulai awal tidak mengikuti UN karena sakit dan kecelakaan. Ada juga beberapa karena nilai hariannya jelek," ungkap Kadiknas Kota Malang Zubaidah kepada detikcom, Sabtu (7/5/2016) siang.
Diungkapkan, dari jumlah peserta UN sebanyak 2964 lulus 100 persen. Terdiri dari SMK dengan jumlah peserta 5306, tidak lulus 3 siswa karena sakit. Untuk swasta dengan peserta sebanyak 2992 siswa, tidak lulus 11 siswa. SMK Swasta dengan peserta 3631 siswa, tidak lulus sebanyak 5 siswa, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) lulus seratus persen dengan jumlah siswa 8 orang.
"Tidak lulus SMK, karena sakit dan kecelakaan. Jadi kami menganggap, mereka tidak lulus bukan karena UN, tetapi sejak awal tidak mengikuti," tegas Zubaidah seraya mengulang.
Menurut dia, bagi siswa yang tidak lulus, akan diberikan kesempatan mengulang di bulan Agustus 2016 mendatang. Dan yang terpenting, lanjut Zubaidah, UN bukan menjadi penentuan kelulusan. Melainkan ada beberapa pertimbangan, seperti hasil nilai harian siswa. "Sekolah sekarang harus mulai mendata, nanti akan diikutkan ujian ulang," sambung wanita berjilbab ini.
Dikatakan juga, dalam evaluasi UN tahun ini dipastikan tidak ada penurunan jumlah kelulusan. Lantaran, untuk Kota Malang masih mempergunakan Kurikulum 2013 (K13), dimana untuk seluruh Indonesia tidak memberlakukan kurikulum yang sama.
Fakta ini, lanjut dia, tidak dapat menjadi tolak ukur hasil kelulusan mengalami penurunan maupun peningkatan. "Karena iya itu, secara nasional ada pengaruh cukup besar. Pemerintah pusat juga masih menghitung hasil UN tahun ini," sambung dia.
Diakui, hasil UN tahun ini memang terdapat perbedaan dengan tahun sebelumnya. Integritas tinggi dan nilai yang bagus, menciptakan hasil yang memuaskan. "Kalau tahun ini memang belum direkap. Kami masih menunggu. Meski hasil kelulusan sudah kami terima," aku Zubaidah.
"Nasional kondisi juga sama seperti ini. Ada yang masih menggunakan K13 dan kurikulum lama. Jadi bukan hanya Kota Malang. Kedepan yang pasti harus semua sekolah menggunakan komputer, sekarang masih beberapa yang belum mempergunakan. Terutama swasta," tegasnya.
Zubaidah berdalih, adanya siswa tidak lulus bukan berarti terjadi kesalahan di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Tetapi memang murni para siswa yang tidak lulus, tidak mengikuti ujian.
Disisi lain, hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) Kota Malang menyandang predikat terbaik se-Jawa Timur. "Karenanya kami menganggap lulus seratus persen," tutupnya.
Wali Kota Malang Moch. Anton bersyukur hasil UN tingkat SMA/SMK tahun ini mencapai seratus persen. Dirinya juga tidak memungkiri ada beberapa siswa tidak lulus.
Bagi yang dinyatakan tidak lulus memang terdapat beberapa faktor krusial, karena siswa yang bersangkutan tida mengikuti ujian. "Saya sudah mengimbau agar siswa tidak melakukan konvoi, mengganggu ketertiban umum dan corat-coret seragam di hari kelulusan. Semua untuk menjaga Kota Malang Bermartabat dan mencerminkan mutu pendidikan di Kota Malang," tandas Anton terpisah. (bdh/bdh)











































