Puluhan Pelajar dan Guru di Lamongan Dites Urine Narkoba

Puluhan Pelajar dan Guru di Lamongan Dites Urine Narkoba

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 04 Mei 2016 13:26 WIB
Puluhan Pelajar dan Guru di Lamongan Dites Urine Narkoba
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - 60 Pelajar SMA dan guru menjalani tes urine narkoba dalam program 'Sekolah Bersih Narkoba' di SMA Negeri 2 Lamongan. Rinciannya, sebanyak 48 orang pelajar dan guru 12 orang. Ke 60 pelajar dan guru ini berasal dari sejumlah sekolah di Lamongan.

Bupati Lamongan, Fadeli yang juga menghadiri tes urine ini menegaskan, pemkab melalui Dinas Pendidikan berencana menggelar tes urine ke seluruh sekolah yang tersebar di Kabupaten Lamongan. Ini sebagai langkah pencegahan sejak dini.

"Secara bertahap, ini akan kita lakukan di semua lembaga pendidikan di Lamongan," kata Fadeli kepada wartawan, Rabu (4/5/2016).

Fadeli menjelaskan, meski di Lamongan belum ada kasus narkoba di kalangan pelajar, namun langkah tes urine dan sosialisasi anti narkoba ini dilakukan lebih dini dan secara terus menerus.

"Kita mengantisipasi jangan sampai narkoba masuk ke kalangan pendidikan. Jadi untuk meminimalkan, kalau nol (0) sulit, tapi kita minimalkan di Lamongan," paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Bambang Kustiono mengaku ke 60 pelajar dan guru ini berasal dari SMA Negeri 1, 2 dan 3, SMK Negeri 1 dan 2 serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lamongan.

"Kami tidak menginginkan di lingkup pendidikan ada yang terkena narkoba. Anak-anak kami bentengi dengan kegiatan yang kita lakukan," sambungnya.

Bambang pun mengikrarkan jargon 'Narkoba no Prestasi yes'. Sekaligus  mempersiapan kader-kader berkualitas. Kegiatan tes urine narkoba ini, bisa menginspirasi dunia pendidikan Lamongan bebas narkoba.

"Tidak hanya pandai secara fikir tapi secara moral dan menjadi kader bangsa yang utuh seutuhnya," jelasnya.

Sementara para pelajar menyambut positif adanya program 'Sekolah Bersih Narkoba'. Mereka mengaku, kegiatan ini baru pertama kali dan tujuannya juga bagus agar tidak ada yang kena narkoba.

Seorang pelajar, Nurul Fakih mengatakan, adanya sosialisasi ini para pelajar mengetahui bahaya dari barang-barang haram tersebut. "Saya gak takut karena saya tidak memakai narkoba," tegasnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Trisno Rahmadi memberi peringatan ke para pelajar dan guru untuk tidak sekali-kali menyentuh barang haram-narkoba karena sekali mencoba bisa ketagihan, bisa merusak kesehatan, masa depan suram. Apalagi, pengedar narkoba biasanya cukup lihai dalam merayu para korbannya, terutama kalangan pelajar.

"Adik-adik dan guru jangan sampai terlena terkena bujuk rayu pengedar, karena pelajar menjadi sasaran pengedar narkoba," ucapnya mewanti-wanti.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini