Ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terulangnya insiden hewan lunak tanpa tulang ini kembali menyerang dan masuk ke pipa penyedotan pendingin mesin unit 6-8 dan 9.
Sebab, semakin hari ubur-ubur berbagai jenis berdatangan yang diduga dari perairan laut Australia, karena perubahan iklim dingin ekstrim.
General Manager unit 9 PJB PLTU Paiton, Arif Teguh Sutrisno mengaku butuh waktu lama agar ubur-ubur ini pergi dari perairan utara Probolinggo.
"Kita terus melakukan langkah pencegahan, untuk mengantisipasi ubur-ubur masuk kembali dan melakukan pembenahan system," kata Arif, Rabu (4/5/2016).
Sementara pihak PLTU Paiton hanya bisa melakukan upaya pencegahan saja. Dirinya berharap kepada pemerintah untuk mengatasi membludaknya ubur-ubur akhir-akhir ini. (fat/fat)











































