Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Pemkab Serius Perbaiki Dunia Pendidikan

Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Pemkab Serius Perbaiki Dunia Pendidikan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 12:25 WIB
Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Pemkab Serius Perbaiki Dunia Pendidikan
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Bertepatan Hari Pendidikan Nasional, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII STKIP PGRI Situbondo turun ke jalan, Senin (2/5/2016).

Mereka menuntut perbaikan masa pendidikan di Situbondo. Sebab, massa mahasiswa menilai, selama ini pemkab Situbondo tidak serius mengurus pendidikan di kabupaten. Khususnya dalam hal pemerataan dunia pendidikan di daerah tertinggal.

"Di Dusun Sodung dan di Desa Curahtatal ada SD yang hanya memiliki 2 ruang kelas. Para siswa harus belajar bergantian. Kenapa pemerintah masih menutup mata. Kemana saja anggaran pendidikan dikucurkan selama ini," kata Korlap aksi, Nurul Fatta dalam orasinya.

Pengamatan detikcom, massa mahasiswa memulai aksinya dengan longmarch dari Alun-Alun Situbondo. Sambil berorasi dan membentangkan spanduk, para mahasiswa menuju kantor pemkab Situbondo. Dengan penjagaan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP, mahasiswa berorasi dan membentangkan spanduk di depan pintu gerbang.

Diantara spanduk dan poster yang dibawa bertuliskan 'Pendidikan masih rendah, mengapa berani membuka MEA; Revolusi Pendidikan Harga Mati; Warga Miskin Tidak Bisa Bersekolah,' dan sebagainya. Dalam orasinya, massa mahasiswa menyampaikan 6 tuntutan.

"Kami juga menuntut Menristekdikti untuk mengkaji ulang Pendidikan Profesi Guru (PPG), karena kuota yang sedikit dengan jumlah lulusan mahasisiwa kependidikan yang cukup banyak," tandas Nurul Fatta.

Dalam aksinya, mahasiswa sempat ditemui Sekda Pemkab Situbondo H Saifullah dan Sekretaris Dinas Pendidikan Samsul Arifin. Kepada para mahasiswa, H Saifulllah menyampaikan, kabupaten Situbondo menjadi daerah tertinggal karena SDM-nya memang masih banyak yang rendah. Karena itu, ke depan pemkab akan menggiatkan upaya peningkatan SDM masyarakat dengan melibatkan RT-RT di Situbondo.

"Salah satu sasarannya masyarakat yang masih buta huruf. Program KF tetap jalan, tapi ini lebih spesifik ke RT-RT. Syukur-syukur kalau adik-adik mahasiswa mau terlibat di dalamnya," papar H Saifullah.

Untuk infrastruktur pendidikan yang dikeluhkan, Sekretaris Dinas Pendidikan Samsul Arifin menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pemerataan sarana-prasarana pendidikan, termasuk ke daerah-daerah tertinggal.

"Untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang kelas yang cukup tadi, itu akan menjadi catatan. Diusahakan bisa tercover dalam DAK tahun ini," kata Samsul Arifin.

Dari kantor pemkab, massa melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Situbondo. Di tempat ini, para mahasiswa diterima oleh sejumlah anggota dewan.

(fat/fat)
Berita Terkait