Mayday di kabupaten yang memiliki lebih dari 1.600 pabrik ini diperingati dengan beragam cara. Selain sholawatan di Masjid Cheng Hoo, sejumlah elemen buruh ada yang menuju Surabaya berdemo di Gedung Grahadi, melakukan ziarah ke makam Marsinah di Nganjuk serta ada elemen yang menggelar mimbar bebas.
Gus Irsyad datang ke acara 'Mayday Bersholawat' karena gelaran tersebut difasilitasi Disnakersostrans Kabupaten Pasuruan.
"Saya minta maaf kepada seluruh pekerja dan buruh karena sampai saat ini masih banyak masalah ketenaga-kerjaan yang belum selesai," kata Bupati Irsyad di hadapan buruh.
Pemerintah daerah, katanya, terus berupaya menyelesaikan masalah perburuhan agar buruh sejahtera. Sejumlah elemen menyoroti lambannya penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan, terutama masih banyaknya perusahaan 'nakal' yang seenaknya melakukan tindak sewenang-wenang terhadap karyawannya, seperti PHK dan pembayaran gaji di bawah UMK.
Pantauan di Masjid Cheng Hoo, acara Mayday Bersholawat dihadiri sekitar 1.500 buruh padahal sehari sebelumnya Kepala Dinsnakersontrans Yoyok Heri Sucipto menyebut 12 ribu buruh dari 12 serikat pekerja akan menghadiri acara ini. (fat/fat)











































