Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur Sukardo, Jumat (29/4/2016).
"Nanti ada tumpengan dan panggung gembira. Nanti ada acara musik, hiburan dan bisa bersenang-senang. Namanya ulang tahun kan nggak boleh bersedih," ujarnya.
Mantan Sekretaris DPRD Jawa Timur ini menerangkan, rangkaian May Day di Jawa Timur sudah dibicarakan antara Gubernur Jawa Timur dan Forum komunikasi pimpindan daerah (Forkompimda) Jawa Timur seperti Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, bersama seluruh serikat pekerja dan buruh di Jawa Timur.
Juga sudah dilakukan pertemuan antara Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf bersama serikat pekerja dan buruh di ruang Binaloka, Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya.
"Kami di disnaker sudah rapat beberapa kali. Kami mengundang serikat pekerja, Apindo dan unsur disnaker kabupaten kota, supaya memeriahkan may Day 1 Mei itu bisa membuat panggung gembira dengan tetap menciptakan kondisi Jawa Timur aman dan kondusif," tuturnya.
Sukardo mengatakan, bagi peringatan may Day di Surabaya akan dipusatkan di sekitar Tugu Pahlawan. Sedangkan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga bisa mendirikan panggung peringatan May Day di kawasan Kenjeran atau Rungkut. Untuk Disnaker Jatim akan membuka posko pelayanan selama tiga hari mulai dari 30 April sampai 2 Mei.
"Kalau di daerah-daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan juga bisa membuat panggung gembira sendiri-sendiri," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya demo dari buruh pada May Day nanti, Sukardo mengatakan, tidak masalah dan diharapkan masyarakat tidak takut dengan aksi demo buruh.
"Untuk demo dengan mengajak keluarganya juga tidak masalah. Tetap bisa menjaga situasi aman dan kondusif serta menjaga investasi dan tidak menganggu pelayanan publik," ujarnya.
"Demo jangan dianggap sebagai momok oleh masyarakat. Tetap bisa menjaga karena ini kan ulang tahunnya buruh," tandasnya.
(roi/fat)











































