Nekat, Penjambret Kabur Sambil Menyandera Polisi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 29 Apr 2016 12:46 WIB
Pelaku ditangkap polisi/Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Aksi nekat dilakukan seorang penjambret di Situbondo. Taufik (34), bandit asal Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih nekat menyandera seorang anggota polisi usai ditangkap dan dihakimi warga, di jalan raya Kecamatan Kapongan, Jumat (29/4/2016).

Taufik yang digiring ke Mapolsek Kapongan dengan sepeda motornya, malah tancap gas hingga kecepatan 100 KM/jam sambil membonceng Bripka Satriadi. Anggota Polsek Kapongan itu tak bisa berbuat banyak, karena Taufik yang sedang mabuk terus mengancam akan menabrakkan sepeda motor Honda Beat tanpa nopol yang dikendarainya ke truk.

Penyanderaan ini baru berakhir saat sepeda motor pelaku melaju pelan di jalanan menikung, di jalan raya Kecamatan Banyuputih. Merasa ada kesempatan, Bripka Satriadi dengan sigap merangkul pelaku dari belakang, lalu membantingnya hingga sama-sama terjatuh dari sepeda motor.

"Saya ikuti saja karena dia mengancam akan menabrakkan sepeda motornya ke truk. Saya sudah berkali-kali meminta dia untuk menyerah, tapi terus ditolak. Sampai ada kesempatan itu akhirnya saya banting," kata Bripka Satriadi di Mapolsek Kapongan, Jumat (29/4/2016).

Keterangan detikcom, saat melancarkan aksinya Taufik tidak sendirian. Dia bersama rekannya, Hartawi (36), warga Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih. Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah tanpa nopol. Kedua bandit ini melakukan aksi penjambretan di jalan raya Kecamatan Kapongan.

Sasarannya tas berisi uang Rp 200 ribu, sebuah HP dan sejumlah surat penting milik Tatik Hariyani (39), warga Desa Kedungdowo Kecamatan Arjasa. Saat kejadian, Tatik dibonceng Rita Lestari melaju dari arah barat ke timur. Setibanya di lokasi kejadian, tiba-tiba muncul kedua pelaku memepet dari belakang, lalu menarik tas korban.

Tahu begitu, kedua wanita itu langsung berteriak minta tolong dan bergegas melapor ke Mapolsek Kapongan. Warga yang mendengar teriakan itu langsung mengejar bersama sejumlah anggota Polsek Kapongan. Selama pengejaran, dua pelaku sempat mengejek polisi dan meminta agar terus dikejar.

Kedua pelaku baru tertangkap setelah seorang warga ada yang nekat menabrak sepeda motor pelaku. Saat terjatuh itulah, kedua pelaku sempat dihakimi massa. Namun Taufik berhasil bangun dan kabur dengan sepeda motornya.

Melihat ada seorang pelaku berusaha kabur, Bripka Satriadi bergegas melompat ke atas sepeda motor pelaku, dengan maksud menangkap dan akan digiring ke Mapolsek. Bukannya menyerah, Taufik malah nekat menyandera si polisi sambil mengancam akan menabrakkan sepeda motornya ke truk atau bus.

"Saya dijambret waktu mau mengantar undangan pernikahan ke daerah Besuki. Waktu menyalip dari kiri, tiba-tiba memepet dan menarik tas. Saya langsung teriak dan lapor ke Polsek Kapongan," tutur Tatik Hariyani. (bdh/bdh)