Front Pancasila di Surabaya Dukung Negara Tolak PKI

Front Pancasila di Surabaya Dukung Negara Tolak PKI

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 28 Apr 2016 13:15 WIB
Front Pancasila di Surabaya Dukung Negara Tolak PKI
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Massa Front Pancasila menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Mereka menolak segala bentuk rekomendasi dan putusan tentang PKI yang dianggap sebagai korban pelanggaran HAM.

Massa dari berbagai elemen ormas keagamaan maupun nasionalis seperti Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Banser, Pelajar Islam Indonesia (PII), Front Pembela Islam (FPI), Forum Madura Bersatu (Formabes), Centre for Indonesian Community Studies (CICS), Pemuda Muhammadiyah, Patriot Garuda dan elemen lainnya yang tergabung dalam Front Pancasila meminta Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan pemerintahan RI untuk tidak membuka celah bagi bangkitnya PKI sebagai partai terlarang dalam berbagai bentuk apapun.

"Karena dapat memperkeruh dan mengancam keutuhan Pancasila dan NKRI," kata Habib Muhammad Mahdi Al Habsi, salah satu korlap aksi di depan Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (28/4/2016).

PKI bagi mereka adalah pelaku pemberontakan dan kudeta berdarah di tahun 1948 sampai 1965 mesti ditumpas oleh negara dan rakyat Indonesia, karena PKI ideologinya komunis dan bertentangan dengan Pancasila dan mengancam keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"PKI harus meminta maaf kepada negara dan rakyat Indonesia, karena PKI-lah yang melakukan pelanggaran HAM berat mulai dari 1948 sampai 1965," tuturnya sambil menambahkan, bukti dari pelanggaran HAM berat yang dilakukan PKI seperti pembantaian para jenderal TNI, para kiai, santri dan rakyat Indonesia.

Arukat Jaswadi, dari CICSĀ  menambahkan, Negara harus berterima kasih kepada para ulama dan Umat Islam yang bersama TNI yang telah berkorban dan membantu tegaknya keutuhan Pancasila dan NKRI.

"Kami meminta aparat bertindak tegas terhadap upaya yang mendukung dan menyebarkan faham atau ajaran komunis sebagai kejahatan keamanan negara," jelas Arukat.

Dalam aksinya, massa menggelar berbagai poster dan spanduk yang diantaranya bertuliskan, 'Tolak rekonsiliasi, rehabilitasi dan kompensasi terhadap PKI', 'PKI buka korban, tapi pelaku kejahatan kemanusiaan tahun 1948-1965', 'Banser dan Ansor garda terdepan untuk menghancurkan PKI', 'NKRI harga matiku, PKI musuh bebuyutanku'. Sebelum meninggalkan lokasi aksi dan menuju ke DPRD Kota Surabaya, massa juga membakar lambang PKI. (roi/bdh)
Berita Terkait