Rofi Anang Kurniawan alias RF meninggal di RSUD Blambangan setelah mendapatkan perawatan intensif. Rofi diduga mencoba bunuh diri, dengan membenamkan diri di kamar mandi sel tahanan, Rabu (27/4/2016).
"Hasil pemeriksaan medis, ditemukan cairan berlebih di dada korban. Kita sudah autopsi jasad korban dan diserahkan ke keluarga," ujar Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Stevi Arnold Rampengan, kepada detikcom, Rabu (27/4/2016).
Setelah ditangkap, Selasa (26/4), jelas Stevie, pelaku dibawa ke Polres Banyuwangi. Namun, menjelang dini hari pelaku ditemukan kondisi kritis. Karena mengkhawatirkan, pelaku dilarikan ke RSUD Blambangan. Celakanya, beberapa jam mendapat penanganan medis, nyawa pelaku tak tertolong. Saat dievakuasi dari tahanan, pelaku dalam kondisi setengah sadar.
"Korban meninggal di rumah sakit beberapa jam setelah dirawat," kata AKP Stevi.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan cairan berlebih di dada. Keterangan sejumlah saksi di tahanan, pelaku sempat minum air mineral. Kemudian, meminum air di bak mandi. Selain itu, dugaannya, sebelum diamankan, pelaku menenggak minuman beralkohol dengan kadar tinggi.
"Dia tertutup dengan tahanan lain. Dia enggan berkomunikasi. Tahanan lain sempat menegurnya, tapi pelaku tak menggubris," jelas Stevi.
Sementara terkait dengan penyelidikan kasus begal yang menewaskan Satria Dwi Cahya, polisi masih terus melakukan pengembangan. Setelah mengorek keterangan RF sebelum meninggal, polisi menduga ada pelaku lain.
"Indikasinya, pelaku lebih dari satu. Korban yang tewas diduga dibuang pelaku bersama temannya. Ini yang masih kita telusuri," jelas Stevi.
Aksi begal menewaskan pelajar SMAN 1 Banyuwangi, Satria Dwi Cahya, warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, akhirnya terkuak. Pelakunya adalah preman satu kampung. RF (26) sebagai pelaku tunggal ini akhirnya ditangkap, Selasa (26/4/2016) saat nongkrong di pasar Gendoh. (fat/fat)











































