Modusnya, pria yang sudah beristri dan punya anak itu berpura-pura meminjam uang kepada 'calon ibu mertuanya' senilai Rp 40 juta. Sebagai jaminan, pelaku menyerahkan mobil Toyota Avaza. Namun, selang beberapa pekan mobil Avanza tersebut ternyata disita sebuah rental mobil lantaran terjadi tunggakan pembayaran uang sewa.
Belakangan kedok pelaku sebagai tentara gadungan terbongkar. Pria ini mantan petugas keamanan alias Satpam. Tahu begitu, ibu korban berinisial IDM (41), warga Kecamatan Panji, langsung melaporkan pelaku ke polisi.
"Semalam pelaku kita tangkap di rumahnya, di Desa Blimbing Kecamatan Besuki. Beberapa atribut TNI milik pelaku kita sita sebagai barang bukti," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta, Rabu (27/4/2016).
Keterangan detikcom, perkenalan Viko dengan AI terjadi sejak di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Situbondo, beberapa tahun lalu. Keduanya baru bertemu lagi, setelah lama lulus dan tidak saling bertemu. Saat itu, untuk menggaet hati AI, pelaku mengaku sebagai anggota TNI AD berpangkat Serda dan bertugas di kesatuan di Malang.
AI semakin percaya, setelah pelaku sering menunjukkan atribut TNI dan foto dirinya berseragam TNI. Atribut itu didapat pelaku dari bapaknya yang pernah menjadi anggota TNI. Bahkan bukan hanya AI saja, ibunya juga percaya hingga merestui hubungan keduanya. Kesempatan ini dimanfaatkan si pelaku melancarkan ulah jahatnya.
"Saya nikah sirri sama dia (AI, red). Sekarang memang hamil sekitar 6 bulan. Tapi saya tak bermaksud meninggalkan dia. Dia sendiri yang menelpon istri saya, sampai saya dilarang keluar lagi sama istri," tutur Viko di depan polisi.
Tak hanya mengencani si AI, Viko juga memanfaatkan kepercayaan IDM untuk meminjam uang hingga Rp 40 juta. Dengan uang tersebut, Viko berdalih digunakan mengambil kredit sebuah mobil. Namun belakangan mobil Rush itu ditukar oleh pelaku dengan mobil Toyota Avanza, yang ternyata mobil milik rental di Bondowoso.
"Sampai sekarang pelaku masih kita periksa. Untuk sementara yang kita tangani kasus penggelapannya, sesuai dengan laporan korban," tegas AKP I Gede Lila Buana Arta. (fat/fat)











































