Ini Jurus Pemkot Surabaya Atasi Masalah PMKS

Ini Jurus Pemkot Surabaya Atasi Masalah PMKS

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 26 Apr 2016 09:49 WIB
Surabaya - Kota Surabaya memiliki jurus 'maut' mengatasi permasalahan sosial khususnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Surabaya, Supomo mengaku mempunyai lima (5) UPTD untuk mengatasi 27 jenis PMKS ini. Dari kelima UPTD tersebut, permasalahan terkait penderita psikotik adalah yang paling mendominasi.

Setiap bulannya UPTD Liponsos Keputih mampu menampung hingga 60 penderita psikotik. Meski kondisinya overload, namun Dinsos terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kepada para penderita ini. Salah satunya melakukan perluasan bangunan, hingga penyediaan pengolahan air limbah (IPAL).

"Penyediaan barak untuk penderita psikotik untuk perempuan telah selesai, kami juga membangun pengolahan air limbah sekarang. Pembangunan ini guna memaksimalkan penanganan penderita, dan menjaga kebersihan di liponsos setiap harinya," kata Supomo, Selasa (26/4/2016).

Meski dengan kondisi tidak waras, Supomo menegaskan, penanganan terhadap penderita psikotik ini akan lebih maksimal. "Setiap harinya, kami memberikan makanan yang higienis, dan bergizi. Jika sakit, ada yang merawat, dan mengobati secara rutin. Beda jika penangan terjadi di luar. Jika penderita telah sembuh, maka langsung kami antar hingga ke depan rumah. Bukan hanya sampai di Dinsos kota/kabupaten setempat," ungkap Supomo.

Mantan Camat Kenjeran ini menambahkan, bagi PMKS yang mendekati sembuh, akan diberikan pelatihan seperti membuat kerajinan perlengkapan rumah seperti keset. Nantinya, keset tersebut akan dijual dan hasilnya dibuat refreshing para pengerajin ini. Upaya ini juga merupakan salah satu terapi, agar mereka cepat sembuh.

Selain itu, Dinsos juga memberikan atensi kepada UPTD Griya Wreda yang menangani PMKS bagi para lanjut usia (lansia).

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya berusaha menciptakan rasa nyaman dengan kualitas hotel bintang tiga di setiap kamar bagi lansia berupaya menggunakan pendekatan, salah satunya kerohanian, dan pendekatan berbasis masyarakat.

"Lansia yang ada di Griya Wreda setiap harinya dibimbing oleh pemuka agama sesuai agama dan kepercayaan, upaya ini untuk memberikan perasaan nyaman di hati setiap lansia," imbuh dia.

Pendekatan berbasis masyarakat, kata dia, merupakan upaya memberdayakan masyarakat sekitar bagi lansia yang tidak mau dibawa ke Griya Wreda. Akhirnya, tetangga di bimbing agar mampu merawat seperti merawat keluarga sendiri.

"Tenaga perawat professional juga disiapkan sebagai antisipasi jika ada lansia yang sakit. Hal ini adalah salah satu upaya, agar penanganan yang dilakukan selalu tepat sasaran," ungkap Supomo.

Dalam kesempatan yang sama, Supomo juga memberikan kabar bahagia. Anak jalanan yang dahulu hobinya bermain game online, dan kabur dari medan hingga ke Surabaya, Sebentar lagi akan menelurkan novel bergenre fiksi misteri.

Rencananya, nover tersebut akan dicetak hingga 3.000 eksemplar, dan akan didistribusikan melalui gerai-gerai buku ternama. "Rencananya, buku akan selesai sekitar 30 hari dari sekarang. Ini juga tergantung lama pencetakan buku. Bulan Juli setelah lebaran, juga ada pameran lukisan Anak Berkebutuhan Khusus binaan Dinsos di Jakarta," pungkas dia.

(ze/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini