Tak ingin buruannya lolos, polisi pun segera mengambil langkah tegas dengan memepet sepeda motor pelaku. Pria yang sudah 2 kali dihukum karena kasus curanmor ini akhirnya menyerah, setelah ndelosor di aspal akibat terjatuh dari sepeda motor Honda Beat P 4060 FG yang baru saja dicurinya.
"Penangkapan ini berkat kerja sama dengan aparat kepolisian di Bondowoso. Begitu kami memonitor adanya aksi curanmor, kami segera berkoordinasi dengan anggota yang di lapangan, Satuan Lalu Lintas, dan kepolisian Bondowoso, hingga dilakukan pengejaran," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta, Jumat (22/4/2016).
Keterangan detikcom, aksi curanmor yang berujung apes bagi pelaku itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi. Saat itu Herman menggasak sepeda motor Honda Beat P 4060 FG milik Putri Rahayu (29), guru TK Al Hidayah III Situbondo. Sepeda motor matic warna hitam digasak, saat diparkir pemiliknya di Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo.
Saat itu, pelaku sempat berhasil mengelabui petugas parkir bernama Kus, dengan pura-pura buang hajat di selokan belakang area parkir. Sayang, saat pelaku membawa kabur motor curiannya, ada warga yang melihat hingga langsung lapor ke polisi. Mendapat informasi tersebut, sejumlah personil polisi langsung melakukan pengejaran.
Sebelum ketiban apes, pelaku juga melakukan aksi pencurian sepeda motor Honda Vario di lokasi yang sama, yakni area parkir TK Al Hidayah III Situbondo tersebut. Tak hanya itu, bandit ini juga mengakui selama ini telah melakukan aksi curanmor di 6 TKP lainnya di wilayah Situbondo. Mulai di halaman parkir sejumlah sekolah, di tepi jalan, hingga di area perkantoran.
"Jadi, total ada 8 TKP curanmor yang dilakukan tersangka ini di Situbondo. Sasarannya kebanyakan sepeda motor matic. Satu sepeda motor curian dan beberapa kunci T alat pencurian yang digunakan pelaku telah kita amankan," sambung lulusan Akpol tahun 2010 itu.
Di depan polisi, Herman mengakui jika selama ini melakukan aksinya di 8 TKP tidak sendirian. Ada seorang rekannya berinisial Z alias RD yang selalu ikut membantu mengantarnya ke lokasi pencurian.
"Semua sepeda motor hasil mencuri itu sudah saya jual di daerah Jember, pak. Harganya dari Rp 1,7 juta sampai Rp 2 juta," aku tersangka Herman.
Karena itu, hingga kini polisi masuk terus lacak keberadaan 7 barang bukti sepeda motor hasil curian tersangka yang sudah laku terjual. Sekaligus melakukan pengejaran terhadap rekan pelaku, yang hingga kini masih buron.
"Pelaku lainnya masih kita kejar. Kita juga melacak penadah sepeda motor hasil curian pelaku. Saat ini pelaku kita periksa untuk upaya pengembangan," pungkas AKP I Gede Lila Buana Arta.
(fat/fat)











































