Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kini Punya Perahu Karet

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kini Punya Perahu Karet

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 18:02 WIB
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Kini Punya Perahu Karet
Perahu karet bantuan PT TPS untuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak (Foto: Imam Wahyudiyanta)
Surabaya - Saat menghadapi kasus pohon tumbang dan orang tenggelam, Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkadang kesusahan. Tidak adanya alat dan fasilitas
penunjang membuat kasus tersebut cukup lama mendapat penanganan.

Tetapi tidak untuk sekarang karena polres pinggir laut ini saat ini sudah mempunyai perahu karet dan gergaji mesin (chain shaw) sendiri. Polres
Pelabuhan Tanjung Perak baru saja mendapatkan bantuan fasilitas tersebut dari PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

"Keamanan sekarang ini kan makin challenging. Ini adalah bentuk kerjasama kami sekaligus cara kami turut menjaga keamanan kawasan hukum Polres
Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Dirut PT TPS Dothy kepada wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (22/4/2016).

Dothy mengatakan, bantuan ini diberikan dalam rangkaian perayaan ulang tahun PT TPS ke-17. Dan Dotty berharap bantuan ini tidak berakhir sampai di
sini saja. Ke depan, Dotty menjanjikan akan ada bantuan fasilitas lagi untuk menunjang keamanan kawasan hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Mudah-mudahan berikutnya ada fasilitas yang lagi," lanjut Dotty.

Bantuan yang diserahkan PT TPS ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak adalah satu unit perahu karet, lima gergaji mesin, dan sepuluh jaket pelampung.
"Bantuan peralatan ini bisa digunakan untuk penanggulangan bencana," kata Dotty.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi tentu saja senang dan mengucapkan terima kasih atas pemberian fasilitas tersebut. Menurut Arnapi,
peralatan tersebut, khususnya perahu karet, bisa digunakan untuk kasus tenggelam.

"Seperti kasus anak tenggelam di Kenjeran kemarin. Kami kurang bisa bertindak karena tidak ada alatnya," ujar Arnapi.

Sebenarnya, kata Arnapi, pihaknya bisa mengajukan peralatan seperti perahu karet ke Mabes Polri. Tetapi permintaan itu turunnya akan sangat lama, dan itu pun kalau ada.

"Bantuan ini akan kami rawat dan jaga," kata Arnapi.

Namun Arnapi mengaku tak ingin menggunakan peralatan tersebut. Itu berarti bahwa Arnapi tak ingin ada bencana dan kasus terkait alat tersebut di
wilayahnya.

"Kalau bisa sih alat ini nggak digunakan. Jangan sampai ada kejadian yang kami harus menggunakan alat ini," tandas Arnapi. (fat/iwd)
Berita Terkait