Persiapan PrepCom III UN Habitat di Surabaya Tinggal 30 Persen

Persiapan PrepCom III UN Habitat di Surabaya Tinggal 30 Persen

Zainal Effendi - detikNews
Rabu, 20 Apr 2016 18:28 WIB
Persiapan PrepCom III UN Habitat di Surabaya Tinggal 30 Persen
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Persiapan sebagai tuan rumah Preparatory Committee (PrepCom) III UN Habitat yang digelar di Kota Surabaya, 25-27 Juli saat ini tinggal 30 persen.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku selain infrastruktur, persiapan keamanan juga terus dikebut. "Hingga saat ini persiapan untuk UN Habitat tinggal 30 persen saja. Kita tinggal menunggu statement dari pemerintah RI yang lagi dimatangkan di Pusat," kata Risma di Hotel Garden Palace, Rabu (20/4/2016).

Wali Kota perempuan pertama dalam sejarah Pemerintahan Kota Surabaya ini menegaskan persiapan gelaran seminar yang akan dihadiri perwakilan dari 193 negara setingkat ,tidak ada kendala.

"Utusan dari PBB juga sudah datang dan melihat sendiri lokasi yang akan dipakai untuk seminar. Perihal jadwal dan agenda lainya terkait seminar juga telah disepakati bersama. Tinggal finalisasi apa yang nanti jadi statemen Presiden," ungkap Risma.

Apakah infrastruktur di Surabaya sudah siap menyambut kedatangan ribuan delegasi dari ratusan manca negara? Risma menyatakan untuk infrastruktur Surabaya sudah siap. "Insya Allah sudah kita siapkan semuanya," jawabnya.

PrepCom III UN Habitat akan dihadiri para pejabat selevel menteri atau kepala negara dari 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Rencananya, PrepCom III UN Habitat akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo. Dalam event tersebut, para delegasi akan mematangkan isu strategis yang akan dibahas pada konferensi UN Habitat III di Quito, Ekuador pada pertengahan Oktober 2016.

Menjadi tuan rumah konferensi lingkungan ketiga tingkat dunia atau Preparatory Committee (PrepCom) III UN Habitat bukan perjuangan mudah bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Pasalnya sebelumnya Risma harus berjuang meyakinkan UN Habitat selaku penyelenggara dalam sebuah forum di Argentina pada tahun 2014.

Diakui mantan Kepala Bappeko Surabaya ini ada sejumlah kota yang sudah sejak awal menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah. Diantaranya sebuah kota di Afrika dan Dubai, Uni Emirat Arab.

"Kami sempat ditolak waktu itu dan saya sempat down," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Namun, UN Habitat berubah pikiran setelah mendengar presentasi Risma di forum tersebut. Salah satu poin yang disampaikan adalah bahwa Surabaya merupakan "home" bagi warganya, bukan hanya "house".

"Saya sangat berkepentingan membawa acara tersebut ke Surabaya. Selain untuk mempromosikan Surabaya di mata dunia, acara ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian Surabaya karena akan ada banyak tamu asing yang datang ke Surabaya," imbuh Risma.

Forum tersebut, menurut Risma, sangat bergengsi karena digelar setiap 20 tahun sekali. Selain isu lingkungan, konferensi tersebut juga membahas isu-isu strategis terkait perumahan, permukiman, dan perkotaan untuk menghasilkan suatu kesepakatan yang bersifat global. Di dunia, konferensi tersebut baru dua kali digelar, yakni pada 1976 di Canada dan pada 1996 di Istanbul, Turki. (ze/fat)
Berita Terkait