Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengakui maraknya aksi begal bukan hanya persoalan keamanan, tapi juga indikator kesejahteraan yang tidak merata.
"Ini tantangan kita semua. Pemda berupaya bagaimana mencari solusi permasalahan ini. Kriminalitas memang menjadi indikator kurangnya kesejahteraan," kata Irsyad usai Rapat LKPJ di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Jalan Raya Raci, Bangil, Rabu (20/4/2016).
Masalah kesejahteraan ini, kata Irsyad, tidak lepas dari perhatiannya. Hal itu pula yang mendasari beberapa programnya seperti mengarahkan industri ke bagian timur dan pengembangan industri kecil menengah (IKM). Pemda juga terus meningkatkan Balai Latihan Kerja (BLK) sehingga mampu mencetak calon tenaga kerja handal. "Agar disparitas ini bisa kita minimalisir," kata dia.
Irsyad mengatakan masalah kriminalitas termasuk begal bukan hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan.
"Tidak hanya di Pasuruan, tapi di semuah daerah. Oleh sebab itu kita kordinasi dengan kapolres melakukan operasi gabungan. Selain aparat juga melibatkan ormas karena kriminalitas ini bukan saja tanggung jawab kepolisian," jelasnya.
Kapolres Pasuruan AKBP Sulistijono menambahkan, pihaknya sudah mengantisipasi kerawanan kriminalitas sejak jauh hari dengan mengintensifkan patrol. Selain aparat dari Polres, patroli juga dilakukan di empat rayon di wilayahnya.
"Jadi bukan hanya saat begal marak, sejak jauh hari kami minta anggota bekerja keras mengantisipasi ini. Buktinya di wilayah Polres Pasuruan belum ada laporan begal," jelasnya.
Untuk diketahui, beberapa aksi begal belakangan ini terjadi di Kabupaten Pasuruan bagian timur yang masuk wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.
"Meski demikian kita tetap tidak tegas. Tembak di tempat kalau nyata-nyata pelaku melakukan aksi pembegalan," tandasnya.
Seperti diberitakan tiga dari empat begal motor yang beraksi di Jalan Raya Kawisrejo Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Minggu (17/4) malam, ditangkap warga setelah membunuh salah satu korbannya.
Polres Pasuruan Kota juga membekuk kawanan pelajar begal yang sudah beraksi di 17 TKP. Mereka berasal Kecamatan Winongan dan Grati. Selain itu, banyak korban begal yang enggan melapor ke polisi dengan berbagai alasan. (fat/fat)











































