"Kaitannya menggali potensi wisata kemudian acara promosi wisata. Bawa Kadis Pariwisata untuk mengeksplor lebih dalam. Sekarang (website) Banyuwangi mudah diakses dari Google. Kalau selama ini hanya mengecek, muncul di media nasional, sekarang melihat lebih dalam lagi untuk apa yang dipromosikan. Kami ingin melihat faktual tadi disarankan ke rumah Apung," ujar Bupati Sleman Sri Purnomo usai pertemuan di lounge Kantor Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (19/4/2016).
Sri mengaku tertarik belajar dari Banyuwangi karena kabupaten Sleman dan Banyuwangi sama-sama kabupaten yang menuju smart teknologi. Keduanya juga sudah diakui oleh pemerintah pusat terkait dengan pelayanan smart government dan smart education yang berbasis Informasi Teknologi (IT).
"Kelebihan ini bisa berupaya untuk mengadopsi. Peta komunikasi saling take and give satu sama lain," imbuhnya.
Sri menyadari perbedaan pariwisata di kabupatennya dengan Banyuwangi yang dominan dengan wisata pantainya. Untuk diketahui Sleman merupakan daerah di utara Yogyakarta dan merupakan daerah pegunungan.
"Kalau di sini kan dominan pantai, kami nggak punya. Tapi kami mau mencontoh semangatnya, inovasi beliau, Banyuwangi jadi ikon. Di Sleman keberanian-keberanian di sini akan diadopsi," jelasnya.
Sementara itu, kepala Dinas Pariwisata Sleman Ayu Laksmi Dewi menyebut pariwisata berupa desa wisata. Ada 38 desa wisata di wilayahnya. Adanya desa wisata diakuinya turut membantu perekonomian masyarakat.
"Ada tiga klasifikasi desa wisata (yaitu) tumbuh, berkembang dan mandiri. Untuk mandiri sendiri baru ada 7 desa. Ke-38 desa wisata itu tersebar di seluruh Sleman. Untuk semua homestay di Sleman tidak ditarik retribusi," jelasnya.
Dia menjelaskan homestay di wilayah Sleman merupakan bagian dari rumah penduduk yang dibangun. Sistemnya pun bergantian dengan pemilik homestay lainnya.
"Tidak sengaja dibangun tapi di rumah mereka untuk (dijadikan) homestay. Sistem homestay ada 10 misalnya diputar penuh, pemerataan terus (sehingga) semua dapat (wisatawan). Kami hanya mendampingi bagaimana kita menjaga kebersihan, dari toilet tradisional sekarang sudah kloset," imbuhnya.
Bupati Anas sendiri mengakui kunjungan pemkab Sleman beserta jajarannya semakin memantik Banyuwangi untuk mengembangkan diri.
"Bupati Sleman ini mendorong kita untuk lebih kreatif, sungguh-sungguh bekerja dan memetakan pariwisata dan sekitarnya. Kalau sekelas Yogya aja studi banding ke sini kita harus makin bagus supaya tidak kalah," tandasnya.
Kunjungan Bupati Sleman dan jajarannya ini akan berlangsung selama dua hari. Besok Rabu (20/4) jajaran pemkab Sleman akan hadir kembali ke Kantor Kabupaten Banyuwangi untuk membahas poin-poin tersebut secara lebih mendalam. (ams/trw)











































