Bupati Anas: Tindak Tegas Sekolah Pengirim TKI Anak di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 18 Apr 2016 15:55 WIB
Bupati Banyuwangi/File
Banyuwangi - Dugaan praktik perdagangan manusia (human trafficking) berkedok magang kerja ke luar negeri siswa SMA dan SMK di bawah umur di Banyuwangi, direspon cepat Bupati Abdullah Azwar Anas.

Bupati Anas meminta kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuwangi melakukan investigasi cepat kasus tersebut. Menurut Bupati Anas, kasus perekrutan ini sudah melanggar undang-undang ketenagakerjaan. Untuk itu, pihaknya meminta dinas-dinas terkait segera menemukan kasus tersebut.

"Kita minta Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sulihtiyono, menyetop praktik kerja sama sekolah dengan agen penyalur tenaga kerja yang mengirimkan siswa kelas XII SMA/SMK praktik penyaluran TKI berkedok magang kerja ke luar negeri itu," ujar Bupati Anas usai menggelar rapat koordinasi dengan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di aula Rempeg Jogopati kantor Pemkab Banyuwangi (18/4/2016).

Tak hanya menyetop praktik tersebut, Bupati Anas meminta Dispendik menindak sekolah-sekolah yang mengirimkan siswa menjadi TKI dengan "bungkus" magang kerja ke luar negeri tersebut.

"Harus segera ditindak. Praktik ini sebenarnya sudah lama. Tapi baru ada laporan ini. Kita tidak mau kecolongan," tambahnya.

Sementara dalam upaya perlindungan kepada TKI asal Banyuwangi, pemkab siap mendukung penuh pengesahan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang perlindungan TKI. Raperda perlindungan TKI itu telah masuk dalam Program Pembentukan Perda (Properda) DPRD Banyuwangi 2016.

Anas mengaku pihaknya merespons positif inisiatif berbagai pihak kalangan non government organization (NGO) dan DPRD Banyuwangi menyusun raperda tersebut.

"Ini untuk kebaikan bersama terkait warga Banyuwangi yang bekerja di luar negeri," kata dia.

Selain itu, pengendalian TKI juga akan disinergikan dengan Program Smart Kampung yang kini tengah dikembangkan Pemkab Banyuwangi. Dengan demikian, pengendalian TKI di Bumi Blambangan lebih tersistem.

"Karena tidak jarang ujung permasalahan yang dialami TKI dimulai di tingkat desa, yakni mulai pengurusan surat-surat yang diperlukan sebelum pemberangkatan ke luar negeri," pungkasnya.

LSM Migrant Care menemukan perekrutan TKI usia di bawah umur di Kabupaten Banyuwangi. Rata-rata mereka berusia di bawah 18 tahun. Praktek ini dilakukan salah satu lembaga penyalur TKI di Banyuwangi yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK. (fat/fat)