Dedi Pri Ambriansah tidak bisa lagi menutupi kedoknya. Dia terlihat jelas di kamera pengintai Puskesmas Panarukan, saat menggasak sepeda motor Honda Beat P 2491 FE milik Lisa Elviana (24), keluarga pasien asal Desa Wringinanom Kecamatan Panarukan, Minggu (10/4) lalu.
Wajah pelaku sempat terlihat jelas di rekaman CCTV, sebelum akhirnya menutupnya dengan masker. Pelaku juga memakai jaket warna putih, helm putih, berkaca mata hitam, sambil menggendong tas. Dia menggasak sepeda motor korban dari area parkir Puskesmas.
Berbekal rekaman CCTV itulah, Unit Resmob pimpinan Aiptu I Wayan Parka berhasil mengidentifikasi pelaku. Saat dilakukan pengejaran, polisi memergoki Dedi Pri Ambriansah saat melintas di jalan Desa di Kecamatan Tamanan. Tanpa buang waktu anggota Resmob pun langsung meringkusnya.
"Selain sepeda motor, semua barang-barang tersangka yang dipakai saat terekam CCTV juga kami amankan. Mulai jaket, helm, kaca mata, dan arloji," kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP I Gede Lila Buana Arta, Jumat (15/4/2016).
Tak hanya satu kali. Mantan satpam sebuah bank swasta ini bahkan 2 kali melakukan aksi curanmor di Puskesmas Panarukan. Selain itu, residivis kasus curanmor ini juga menggasak satu unit Yamaha Vixion di kampus Universitas Abdurahman Saleh Situbondo; serta satu unit satu Honda Vario dari kantor Dinas Pendidikan Kabupaten, di Jalan Madura Situbondo.
"Jadi, total 4 kali saya mencuri sepeda motor di Situbondo. Saya melakukan karena butuh uang untuk menghidupi kelurga. Saya sebenarnya kerja sales, tapi sudah 3 bulan tidak dibayar," tutur pelaku yang memiliki 4 orang anak ini.
Semua sepeda motor hasil curian itu dijual Dedi Pri Ambriansah kepada seorang penadah asal Lumajang berinisl J. Tiap unit sepeda motor itu dihargai Rp 2,1 juta hingga Rp 2,5 juta. Namun sayang, si penadah ini lolos saat hendak disergap. Dedi pun juga sempat berusaha kabur, hingga polisi menghadiahinya dengan timah panas.
"Pelaku ini residivis curanmor. Dia pernah dihukum kasus yang sama di Jember. Sekarang ini pelaku masih kita periksa untuk upaya pengembangan. Untuk sementara, pelaku mengaku melakukan aksinya di 4 TKP. Tapi masih terus kita kembangkan," papar AKP I Gede Lila Buana Arta. (fat/fat)











































