Jenazah Korban Kecelakaan Sekeluarga KA Dhoho Vs Innova di Sidoarjo Dimakamkan

Jenazah Korban Kecelakaan Sekeluarga KA Dhoho Vs Innova di Sidoarjo Dimakamkan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 14 Apr 2016 13:47 WIB
Jenazah Korban Kecelakaan Sekeluarga KA Dhoho Vs Innova di Sidoarjo Dimakamkan
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Suasana haru menyelimuti rumah dr Hari Koeshartono SpAK di Sumber Mulyo Gang III/8 Gundih, Bubutan. Kerabat dan teman keluarga berdatangan melakukan takziah.

Hari merupakan dokter spesialis anak yang berdinas di RSU dr Soetomo. Hari menjabat sebagai Kepala Instalasi Rawat Inap Anak RSU dr Soetomo dan Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Univesitas Airlangga (Unair).

Kepulangan Hari dan keluarganya yakni istrinya, Yurnalies Fusvasari (48) dan dua keponakannya, Luluk (12) dan Fadjri (13) membawa duka tersendiri bagi keluarga besar Hari.

"Tadi malam Pak Hari mengantarkan Rini, adik istrinya pulang ke rumahnya di Tawangsari. Sebelumnya Rini kan main ke rumah Pak Hari yang ada di Driyorejo," ujar Arif Gunawan, sepupu Hari kepada wartawan di rumah duka, Kamis (14/4/2016).

Sepulang mengantarkan Rini itu lah musibah tersebut terjadi. Mobil Toyota Kijang Innova nopol L 1649 RK yang dikendarainya ditabrak KA Dhoho di perlintasan Kereta tanpa palang pintu di Desa Gilang Kecamatan Taman Sidoarjo.

Innova tersebut terseret 700 meter setelah tertabrak kereta. Dari enam orang yang ada di dalam mobil, empat orang tewas dan dua orang luka. Dua korban yang luka adalah anak Hari yakni Andita Eka Palupi (22) dan Bimo Dwi Jatmiko (18).

Rekan sejawat Hari, dr Agus Hariyanto SpAK mengatakan Hari merupakan pribadi yang baik dan bersahaja. Hari juga dikenal dermawan dan suka menolong.

"Dokter Hari pernah membuat acara kecil-kecilan untuk seorang perawat yang pensiun. Jarang ada dokter yang membuat acara seperti itu," kata Agus.

Kepala Neonatologi RSUD dr Soetomo itu mengatakan bahwa kondisi kedua anak Hari masih kritis. Keduanya masih dirawat di ICU IRD RSU dr Soetomo. Andita mengalami fraktur sepertiga atas kaki kanan, dislokasi tangan kanan, fraktur tulang rusuk, dan trauma di paru-paru.

"Sementara Bimo mengalami pendarahan pada otak," tandas Agus.

Jenazah Hari dan keluarganya siang ini dimakamkan di pemakaman keluarga di Pemakaman Pegirian. (iwd/fat)
Berita Terkait