Beruntung putusnya jembatan ini tak ada korban jiwa. Bahkan detik-detik sebelum ambrol, Rabu (13/4) malam, warga sempat berkumpul di sekitar jembatan. Saat itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan jembatan langsung putus.
Ketua RW setempat, Marjoko, mengaku derasnya arus sungai usai hujan deras membuat pondasi jembatan ambrol dan putus. "Tadi malam kejadiannya mas, arusnya sangat deras, sampai para warga berkumpul hingga pondasi jembatan ambrol dan putus," kata Marjoko, Kamis (14/4/2016).
Dia mengaku akibat jembatan putus, sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) kesulitan akses jalan menuju ke Kota Kediri. Dan harus memutar sejauh 2 km untuk mencapai sekolah dan 3 km untuk menuju akses kawasan pabrik untuk bekerja.
Marjoko menambahkan, dirinya bersama warga langsung memberi rambu seadanya dengan memasang pagar betek bambu agar tidak ada warga yang melintas. "Bahaya kalau tidak segera dikasih tanda penutup dan larangan karena ini kemungkinan akan jebol lagi mas jalan aspal ini," imbuh Marjoko.
Jembatan ini merupakan akss jalan alternatif menuju Kota Kediri dan menuju ke sekolah dasar yakni SDN Bulu 2. Warga berharap pemerintah agar segera diperbaiki dan dibangun kembali.
"Ini jauh mas kalau saya lewat muter, biasa lewat sini mas kalau saya kerja dan antar anak sekolah, tolonglah pemerintah segera memberi perhatian," jelas Jamiyati, salah seorang warga yang terpaksa memutar untuk pulang ke rumahnya. (fat/fat)











































