La Nyalla Jadi Tersangka Lagi, Apa Kata Pengacara?

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 18:48 WIB
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim.

Kuasa hukum La Nyalla menilai ada sesuatu di balik pengeluaran sprindik dan surat penetapan tersangka, sehingga pihaknya akan melaporkan ke Kejaksaan Agung hingga Presiden Jokowi.

"Hari ini tim lawyer yang ada di Jakarta sudah melaporkan ke Kejaksaan Agung, untuk menertibkan bawahannya yang ada di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur," kata kuasa hukum La Nyalla, Amir Burhanudin, Rabu (13/4/2016).

"Kalau Kejaksaan Agung tidak bisa menertibkan anak buahnya, kita akan laporkan ke Presiden (Jokowi)," tuturnya.

Ia mengatakan, dikeluarkan sprindik dan penetapan tersangka lagi terhadap kliennya, sudah diprediksi oleh tim kuasa hukum La Nyalla.

"Kami sudah memprediksi kejati akan mengeluarkan sprindik lagi. Kami sebagai masyarakat biasa, bisa apa, kecuali mempertahankan hak dan mencari keadilan. Kami tetap berupaya melakukan langkah-langkah hukum sesuai perundang-undangan," katanya.

Amir menegaskan, mengacu isi putusan praperadilan, kejaksaan bisa membaca dengan seksama mulai dari pertimbangan sampai amar putusan, maka perkara dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim sudah tidak bisa dibuka kembali.

"Kalau Kejati Jatim mengeluarkan sprindik dan penetapan tersangka lagi, ini perbuatan salah yang diulang lagi. Sehingga kami yakin pasti akan disalahkan oleh pengadilan," ujarnya.

"Kami yakin itu bukan sikap penegak hukum (kejaksaan)," tegasnya sambil memberikan contoh bahwa Dahlan Iskan pernah memohon Praperadilan dan dikabulkan hakim. Jaksa dari Kejati DKI pun tidak mengeluarkan sprindik dan penetapan tersangka lagi.

"Boleh lah pak kajati (Kajati Jatim Maruli Hutagalung) sekali-kali ikut sidang, biar tahun persidangannya, biar tahu persis isi sidangnya," jelasnya.

Ketika ditanya, apakah akan melayangkan permohonan praperadilan lagi ke Pengadilan Negeri Surabaya.

"Kami akan berkoordinasi dengan tim (kuasa hukum La Nyalla). Tentu ada kesulitan teknis yang coba kita pecahkan bersama-sama," terangnya.

Bagaimana kabar La Nyalla terkait keputusan Kejati Jatim yang mengeluarkan sprindik dan surat penetapan tersangka lagi dengan perkara pembelian IPO Bank Jatim.

"Kami belum tahu, karena nggak aa komunikasi (dengan La Nyalla). Tim akan berkoordinasi menyikapi sprindik dan penetapan tersangka," tandasnya. (roi/try)