Salah-satu warga mengaku, banjir ini dikarenakan hujan deras yang terjadi selama 4 hari terus menerus. Sehingga air Sungai Togokan yang bermuara di Sungai Brantas meluap.
"Banjir terjadi dinihari tadi hingga sekarang. Warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing," kata warga yang rumahnya banjir, Moh Makhrus kepada wartawan di lokasi, Selasa (12/4/2016).
Sementara Kepala Desa Karangayam Nur Khamim mengatakan, sedikitnya ada 8 desa di 2 Kecamatan yang terendam banjir.
"2 Kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Srengat meliputi Desa Karanggayam, Pakisrejo, Krejen dan Purwokerto. Sedangkan di Kecamatan Wonodadi meliputi Desa Kunir, Gandekan, Kolomayan dan Twangrejo," papar Nur Khamim.
Sementara banjir ini menyebabkan ratusan unggas mati terendam banjir. Para pekerja kandang langsung memindahkan karung-karung pakan, dan telor ke tempat yang lebih tinggi. Pemilik unggas mengaku merugi hingga jutaan rupiah.
Selain kandang, empat sekolah dan sawah berhektar-hektar juga ikut tenggelam. Saat ini BPBD beserta Basarnas meninjau lokasi untuk memastikan kondisi dan tindakan yang diperlukan warga.
"Kami masih menyisir lokasi, sementara ini belum ada evakuasi karena warga memilih bertahan di rumah, begitu juga kami belum mendirikan dapur umum karena belum tahu kondisi pasti di lokasi lain," jelas Kasi Kedaruratan BPBD Kab Blitar, Ganef Rachmawan.
(fat/fat)











































