Hakim Tunggal PN Surabaya Kabulkan Permohonan Praperadilan La Nyalla

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 11:59 WIB
Hakim tunggal Ferdinandus (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Permohonan praperadilan yang dilakukan La Nyalla Mattalitti dikabulkan hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya Ferdinandus.

Penetapan tersangka La Nyalla atas kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jawa Timur pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, diputus oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya Ferdinandus, dianggap tidak sah.

'Menyatakan bahwa penetapan sebagai tersangka adalah tidak sah," kata Hakim Tunggal Ferdinandus di ruang sidang Cakra, kantor Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno, Surabaya, Selasa (12/4/2016).

Pembacaan putusan sidang praperadilan itu dibaca langsung oleh hakim tunggal Ferdinandus.

Dalam putusannya itu, Ferdinandus menyampaikan bahwa surat perintah penyidikan hingga surat perintah penetapan tersangka La Nyalla Mattalitti dari termohon (Kejaksaan Tinggi Jawa Timur) untuk pembelian IPO Bank Jatim adalah tidak sah dan tidak berdasarkan hukum, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

"Mengabulkan sebagian permohonan pemohon, menolak eksepsi termohon," terangnya.

Tim pengacara La Nyalla

Ketika hakim tunggal memutuskan bahwa penetapan tersangka La Nyalla Mattalitti dinyatakan tidak sah, beberapa pendukung La Nyalla yang ada di ruang sidang Cakra meneriakaan takbir. 'Allah Akbar...Allah Akbar'.

"Jadi putusan perkara praperadilan dinyatakan selesai dan sidang ditutup," pungkas Ferdinandus.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim pada Kadin Jatim Tahun 2012 senilai Rp 5,3 milliar.

Ketua Kadin Jatim itu diduga menggunakan dana hibah Rp 5,3 milliar untuk membeli IPO Bank Jatim atas nama sendir, sehingga ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Maret 2016.

Namun, melalui kuasa hukumnya, La Nyalla melayangkan permohonan Praperadilan di PN Surabaya. (roi/try)